"Tuan muda, aku merasa kasihan tidak ada sekutu yang bisa kamu percayai. Bahkan pengawalmu sendiri tetapi aku berani jamin, jika kamu bersedia menikah denganku, apapun yang terjadi, aku akan selalu berada di pihakmu," celetuk Lyra. Eryx menoleh sekilas pada Lyra. Tentu saja, dia sama sekali tidak percaya. Sebab menurutnya, jika dia bukan calon kepala keluarga Leander, tidak mungkin Lyra ingin menikah dengannya. Wanita ini, sudah jelas licik. Dia tahu betul bagaimana keluarga Xan. Eryx enggan merespon jadi dia diam saja. Eryx menatap keluar jendela, melihat pemandangan kota yang perlahan berubah menjadi hamparan pesisir. Pikirannya tidak berada di pulau luar yang akan mereka tuju. Pikirannya tertinggal di terowongan sunyi itu, terpaku pada sosok Gahensa yang memberikan penghormatan terakhir sebelum melepaskannya ke dalam perangkap. "Kau mengkhianatiku, Gahensa," desis Eryx dalam hati. Tangannya mengepal begitu erat hingga kuku-kukunya memutih. "Kau pikir kau bisa bermain-main
Baca selengkapnya