Nayaka terbangun di pagi hari, dia sedikit menjauhkan diri hingga Nuansa kembali menariknya dalam pelukan.“Sudah siang,” ucap Nayaka melihat jendela yang sudah membiarkan cahaya mentari pagi menelusup dari balik gorden.“Sebentar lagi,” tutur Nuansa mengusap punggung sang istri lembut. Nayaka bisa merasakan aroma tubuh Nuansa, tidak bau, namun ada aroma yang membuat hormonnya naik dan merasa nyaman. Rupanya tidur sambil berpelukan seperti ini bisa membuatnya begitu tenang.Nayaka mendongak, menatap wajah pria tampan yang menikah dengannya itu, dia mengecup pipi Nuansa membuat Nuansa membuka matanya.“Kenapa? Mau lagi? Hm?” tanyanya dengan suara berat yang khas.“Kalau nanti mau lagi, boleh minta duluan?” tanya Nayaka.“Boleh dong, dengan senang hati,” ucap Nuansa.Dia terus memeluk tubuh sang istri dengan erat, hingga terdengar suara pintu diketuk.“Pak, ada tamu,” ucap Mbok Sumi.“Siapa, mbok?” tanya Nuansa.“Itu ... hmm anu ... ,” ucap Mbol Sumi dari balik pintu.“Siapa sih ganggu
최신 업데이트 : 2026-05-23 더 보기