Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng

Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng

last updateLast Updated : 2026-04-23
By:  Khody DidiUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
8Chapters
14views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Nayaka adalah seorang guru sekolah menengah pertama, usianya hampir berkepala tiga tahun ini. Dia memiliki dua sisi yang sangat berbeda. Orang bilang itu lah Gemini! Siang dia menjelma bak Malaikat dengan pekerjaannya sebagai guru namun malam jelas berbeda, dia memainkan musik dari bar ke bar dan bergelut di dunia malam yang hitam pekat. Salah satu murid nakalnya bernama Carmen! Bagi Nayaka Carmen itu seperti iblis kecil yang mengesalkan. Namun juga menyedihkan. Nayaka tidak tahu jika ternyata orangtuanya menjodohkan dengan duda tampan yang sialnya adalah ayah dari Carmen! Apakah dia bisa mengubah Carmen menjadi lebih baik? atau … menyeretnya kian dalam seperti dunianya? Entahlah. Karena pernikahan ini baginya hanyalah Kawin Gantung yang sewaktu-waktu bisa diputuskannya! (Warning cerita mengandung kontent 21+ harap bijaksana membacanya

View More

Chapter 1

Satu

“Ibu!! Ada yang merokok di toilet!!” adu seorang wanita yang memakai pakaian seragam putih biru, membuat seorang wanita yang mencepol rambutnya itu menghela napas panjang dan mengambil penggaris kayu berukuran satu meter. 

“Grrrrr! Siapa lagi sih!” ujarnya. Nayaka Shainara, seorang wanita dewasa yang usianya hampir tiga puluh tahun. Tubuhnya tinggi semampai, namun dibalut seragam kerja yang tidak fit body meskipun tubuhnya bisa dibilang indah. Namun ... baginya tubuh itu tidak untuk dipamerkan di lingkungan persekolahan.

Langkahnya cepat dan panjang menuju toilet di belakang gedung sekolah, toilet yang memang jarang dihuni karena katanya angker, mungkin kata angker hanyalah karangan dari para ‘murid’ turun temurun, agar tempat itu jarang didatangi dan mereka bisa melakukan hal yang dilarang dilakukan di lingkungan sekolah.

Usia remaja memanglah usia pencarian jati diri, sangat rawan karena pengaruh lingkungan. Nayaka melihat ke atas ventilasi udara, ada asap yang melewati celahnya. Dia sangat paham dunia seperti ini. Bahkan ... dia memiliki sisi gelap lain yang hanya diketahuinya seorang diri! Jauh dari lingkungannya.

Nayaka mengambil ember dan mengisi dengan air yang berada di belakang kelas. Dia letakkan penggaris kayunya dan dalam hitungan ketiga dia melemparkan air itu ke dalam ventilasi, yang dalam sekejap saja teriakan nyaring dari para murid terdengar.

“Sialan!!! Siapa itu!!!” jeritnya membuat Nayaka tersenyum puas, diambil lagi penggarisnya dan dia berdiri di depan toilet, menunggu mereka keluar dengan wajah judes yang dibuat-buat.

Satu ... dua ... tiga orang wanita berseragam putih biru yang bagian atas seragamnya basah pun keluar.

“Good!” ujar Nayaka.

“I-ibu,” ujar mereka takut, menyembunyikan puntung rokok di belakang tubuhnya.

“Kalian ini sudah kelas sembilan, bukannya belajar yang benar!” gerutu Nayaka. Membaca satu persatu nama murid itu, bahkan salah satunya adalah murid kelasnya. 

“Carmen Vilova Wardana! Kamu!!!” ujar Nayaka, “ini kasus kedua kamu ya, untuk merokok!” ujar Nayaka. Gadis cantik dengan rambut di keriting gantung itu hanya mendengus. “Kali ini ibu enggak akan tinggal diam, ibu akan panggil ibu kamu!” ujar Nayaka.

Carmen maju dan tersenyum miring, “saya akan sangat senang jika ibu bisa memanggil ibu saya yang entah berada di mana?” ujar Carmen seperti menantang. Sementara kedua teman lainnya hanya bisa mengkerut ketakutan.

“Ayo ikut ibu ke ruang guru!” ujar Nayaka. Dia tahu Carmen hanya tinggal bersama ayahnya yang hanya bisa memanjakan dengan uang! Tanpa tahu anak seusianya butuh perhatian lebih.

Hampir tiga puluh menit Nayaka menceramahi mereka dan meminta mereka membawa orang tua jika tidak mau diskorsing. Ketiga anak itu hanya terdiam mendengarkan, kedua teman Carmen menangis memohon ampun, namun Nayaka tidak gentar dengan tangisan buaya mereka. Sementara Carmen bersikap lebih santai.

Setelah membuat dua surat untuk orang tua teman Carmen, kini giliran Carmen yang duduk di hadapan Nayaka.

“Siapa nama ayah kamu,” ujar Nayaka.

“Aku bingung, kira-kira nama pak sopir atau pak penjaga kebun ya?” ujar Carmen.

“Carmen, stop it! Ibu serius.”

“Saya enggak punya orang tua!”

“Carmen!” ujar Nayaka membentak anak remaja yang tahun ini genap berusia lima belas tahun itu.

Carmen berdecih, “Nuansa Bayu Wardana, tapi saya enggak yakin pria tua itu akan datang. Dia saja enggak ingat kalau sudah punya anak,” ucap Carmen.

Nayaka hanya menggelengkan kepalanya dan mengetik nama itu, “kirim nomor orang tua kamu, biar ibu yang memintanya datang,” ucap Nayaka. Carmen mengirim nomor ponsel ayahnya yang membuat Nayaka tak percaya, dia menamainya ‘Donatur Dingin.’

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status