“Alasan ibu menikah dengan papa? Tiba-tiba banget soalnya,” ucap Carmen.Nayaka mengangguk-angguk paham, dia kemudian menatap mata Carmen, “karena sudah waktunya aja, kebetulan kami ketemu di waktu yang tepat. Yah seperti itu lah.”“Bukan karena kakek sakit, kan? Terus minta papa nikah sama ibu?” tanya Carmen, lagi ... semilir angin membelai lembut rambut mereka. Nayaka menatap Carmen, matanya begitu mirip dengan mata Nuansa.“Kamu belum mengerti Carmen, nanti kalau kamu dewasa, kamu pasti ngerti deh. Sekarang kamu cuma perlu dukung ibu dan papa kamu saja. Bantu ibu untuk jadi ibu yang baik untuk kamu. Eh enggak perlu ibu yang baik deh,” ucap Nayaka sambil menyuap mie ayamnya.“Ish ibu labil,” sungut Carmen.Nayaka terkekeh, “cukup bantu ibu jadi ibu yang cocok sama kamu aja, ibu yang baik terlalu tinggi.”Carmen tertawa kecil, “aku akan dukung ibu,” ucapnya.
최신 업데이트 : 2026-04-30 더 보기