Suasana masih diselimuti rasa haru karena si kecil masih terus menendang, seolah mengerti yang dikatakan oleh sang ayah.“Kenapa, Nak? Minta apa? Apa? Es krim?” Kalandra mendongak setelahnya, lalu berkata pada Ghea, “Ghea, es krim katanya sangat baik untuk perkembangan janin. Tapi tentu yang kita buat sendiri, jadi nanti sepulang dari sini, aku akan buatkan untukmu. Kamu suka es krim kan?”Terdiam sejenak, Ghea lalu menjawab, “Tapi nggak yang terlalu manis.”“Siap, request diterima.”“Tapi, Kal...?”“Ya?” Tadinya Kalandra sudah khawatir, dengan apa yang hendak kemudian Ghea katakan. Sesaat kemudian wanita itu melanjutkan, “Aku mau BAK sekarang... Rasanya sudah di ujung,” tuturnya membuat Kalandra langsung tersadar.Ya, dia jadi lupa alasan utama mereka menuju ke arah sini karena momen indah itu tadi. “Oh, iya! Astaga, aku sampai lupa,” sahut Kalandra bergegas berdiri memandu langkah Ghea menuju pintu toilet VIP di ujung lorong. “Ayo, ayo!” “Masuklah, aku tunggu di luar,” u
Last Updated : 2026-08-17 Read more