Hampir dua jam Ghea memilah pakaian hamil seorang diri, memadupadankan beberapa gaun di kamar pas, lalu membayarnya di kasir. Biasanya, Kalandra selalu menemani. Pria itu akan sigap membawakan kantong belanjaan, mengingatkannya agar tidak jalan terlalu cepat, atau sekadar mengomentari warna baju yang cocok untuknya. Namun hari ini, Kalandra benar-benar tidak ada. Ghea merogoh tasnya dan meraba ponsel yang sejak pagi sepi. Tidak ada panggilan maupun pesan masuk. Ya, jangankan berniat menyusul, sekadar bertanya kabar pun Kalandra enggan. Ternyata sedemikian jauhnya ya, di antara mereka sekarang? Saat berdiri di depan sebuah gerai untuk memilih gaun longgar berikutnya, tiba-tiba Ghea merasa kurang nyaman pada salah satu bagian tubuhnya. Ada cairan yang lumayan banyak merembes menembus pakaian dalamnya, membuat langkah Ghea seketika terhenti. Wajah Ghea sontak memucat. Rasa cemas langsung menguasainya. Mengabaikan gengsi yang membentenginya selama ini, jemari Ghea bergerak cepa
Last Updated : 2026-08-18 Read more