Keesokan harinya, Clarissa mencari kesempatan untuk keluar rumah. Setelah memastikan Tuan Victor pergi ke kantor, ia bergegas menuju sebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan untuk menemui sahabatnya, Maya.Saat Clarissa datang, Maya sudah duduk di sudut kafe yang lebih privat sambil menyesap kopi dinginnya.“Hai... Pagi menjelang siang, Pengantin Baru,” sapa Maya cengar-cengir melihat sahabat gilanya itu.Clarissa menarik kursi di depannya dengan kasar, lalu melepas kacamata hitamnya dengan wajah ditekuk.“Gimana malam pertamamu sama kakek kaya itu? Masih hidupkah dia hari ini? Atau jangan-jangan sudah kamu bikin overdosis obat kuat di kasur?” seloroh Maya lagi.“Jangan bercanda, May. Aku lagi nggak mood,” desis Clarissa.Tawa Maya mereda. Matanya yang jeli langsung bisa menebak ada yang tidak beres degan sang teman.“Hei, kenapa? Bukannya senang habis nikah sama konglomerat, kok mukamu malah kusut begitu?”Clarissa menghembuskan napas berat, mencondongkan tubuhnya ke meja. “Aku
Last Updated : 2026-08-25 Read more