“Sebenarnya, aku tidak ingin merepotkan kalian, Kal. Lagi pula, ibumu dan Devina pasti sudah lelah,” tolak Aiko halus.Sayang. Kalandra tidak memberi ruang untuk bernegosiasi. Sebab mengulur waktu hanya akan memperpanjang masalah, persis seperti peringatan Ghea kemarin. Semuanya harus selesai sesegera mungkin. “Sebentar saja, Ai. Mumpung kita ketemu,” balas Kalandra.Aiko akhirnya mengangguk pasrah dan berjalan mengekor di belakang Kalandra.Kantin rumah sakit siang itu sudah cukup ramai. Kalandra memilih meja persegi di sudut yang agak lengang untuknya dan Aiko, sementara Denia dan Devina menempati meja bundar tepat di sebelahnya. Jarak dua meter sengaja diciptakan, cukup dekat agar ibunya tetap bisa mengawasi, tetapi cukup jauh agar percakapan mereka tidak terdengar.Begitu pramusaji mengantarkan empat gelas teh manis hangat dan pergi, suasana langsung sepi. Aiko menunduk, sementara Kalandra menatap kedua tangannya yang bertaut erat di atas meja. Lidahnya kelu. Sebab sehalus
最終更新日 : 2026-07-15 続きを読む