Saat cuaca sedikit lebih bersahabat di akhir pekan, Kalandra mengajak Ghea berpiknik di taman terbuka tepi Danau Zurich. Berbekal tikar kecil, roti lapis daging hangat tanpa keju, dan buah-buahan segar yang mereka beli dari pasar tradisional setempat, mereka duduk menikmati angin sore.Danau di hadapan mereka memantulkan cahaya matahari sore yang keemasan. Ghea menyandarkan kepalanya di dada bidang Kalandra, merasakan detak jantung pria itu yang teratur di balik mantel tebalnya. Sementara itu, jemari Kalandra tak henti-hentinya mengusap lembut rambut Ghea, sesekali menyuapkan potongan buah anggur ke mulut istrinya itu. “Dulu aku mikir, nikah sama kamu itu bakal kaku. Yaa seperti hubungan atasan dan bawahan pada umumnya, seperti biasanya, Kal,” gumam Ghea sembari menatap riak air danau di depan mereka.Kalandra menghentikan ucapannya sesaat. “Sekarang masih mikir begitu?”Ghea menjawab tidak tentu saja. Kalandra menunduk, menempelkan dagunya di atas kepala Ghea. “Sebenarnya,
Última actualización : 2026-07-30 Leer más