Teriakan Kallias terdengar lebih dekat.“Aku tidak melakukan apapun!”Dalam sekejap, tangan Ishrina ditarik paksa ke belakang. Tubuhnya ikut tertarik menjauh, membuat jarak dengan Iris.Napas Ishrina memburu. Dadanya naik turun, matanya masih tertuju pada Iris, tapi Kallias sudah berdiri di antara mereka.Melindungi.Pintu ruang kerja terbuka dengan keras, membuat suasana di lorong yang sudah tegang menjadi semakin berat. Count Arlis dan Countess Arlis segera keluar, wajah mereka berubah saat melihat Iris yang jatuh di lantai. Tanpa ragu, Countess bergegas menghampiri, meraih tangan Iris dan membantunya berdiri. Jemarinya merapikan gaun putrinya itu dengan hati-hati, seolah luka kecil yang terlihat jauh lebih penting daripada apa pun yang baru saja terjadi.“Iris…” suaranya terdengar cemas, namun tatapannya sesekali melirik tajam ke arah Ishrina.Iris memanfaatkan momen itu. Ia sedikit mendekat ke arah Kallias, wajahnya tampak lemah, tetapi matanya menyimpan sesuatu yang berbeda sesu
Last Updated : 2026-04-27 Read more