Waktu seolah melambat. Keramaian pasar masih terdengar, para pedagang masih berteriak menawarkan dagangan.Anak-anak masih berlarian.Tapi bagi Lin Xueying, semuanya menghilang, yang tersisa hanya satu pemandangan. Seorang pemanah berpakaian hitam, di atas atap.Busurnya sudah tertarik penuh. Dan ujung anak panah itu, mengarah tepat ke dada Guo Lian.Deg!Jantung Lin Xueying terasa berhenti."Lian'er!" teriaknya. Suara itu begitu keras hingga membuat orang-orang di sekitar menoleh.Namun Guo Lian hanya tersenyum cerah.Masih belum memahami bahaya yang mendekat."Ibu, lihat! Aku menemukan—"Kalimat kecil itu tidak sempat selesai. Karena anak panah sudah dilepaskan!Wusshh!Mata Lin Xueying membesar, tanpa berpikir, tanpa ragu. Tubuhnya langsung bergerak."NONA!" teriak Shu Yan dari belakang.Lin Xueying berlari sekuat tenaga, hanfu birunya tersapu angin. Jepit rambut gi
Read more