Alsya terus memohon, dan kini menyatukan kedua telapak tangannya. "Aku mohon padamu, lepaskan aku. Katakan pada Bibi, jika aku melarikan diri. Aku mohon,"Lagi-lagi Elvan hanya menatap dingin pada Alsya. Membuatnya semakin takut."Biarkan aku hidup seperti orang-orang, sekali lagi, tolong lepaskan aku." Pinta Alsya lagi, kali ini ia menitikan air mata.Kali ini Elvan tidak menatap pada Alsya, satu tangannya meraih sesuatu dari dalam kantong celananya."Jangan bunuh aku, aku masih ingin hidup. Aku ingin mencari keberadaan ibuku, aku mohon." Suara Alsya dibarengi isak tangis, mengira Elvan mengeluarkan pisau atau apapun benda tajam dari dalam kantong celananya, untuk membunuh Alsya."Kamu demam, minum ini setelah makan." Elvan menaruh obat yang baru saja ia keluarkan dari dalam kantong celananya, keatas meja nakas, dimana sudah ada nampan berisi makanan.Alsya terdiam, pikiran buruknya mengurai. Karena ternyata Elvan membawakan obat untuknya, bukan membawa senjata tajam.Elvan melangkah
Last Updated : 2026-04-28 Read more