แชร์

4. Membayar Mahal

ผู้เขียน: NARA
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-27 16:20:19

"Ka... kamu." ucap Alsya terbata. Tatapannya terus menatap pada pria yang ada di hadapannya.

Namun, respon pria di hadapannya dingin sangat dingin, seperti tidak ada kehangatan di sorot matanya.

"Kenapa..."

Alsya tidak jadi meneruskan ucapannya, tubuhnya yang tidak lagi memiliki tenaga karena perutnya belum terisi apapun dari semalam, tiba-tiba goyah, matanya berkunang, dan detik itu juga Alsya pingsan.

Untung saja pria yang ada dihadapannya dengan sigap menahan tubuhnya, jika tidak. Pasti tubuh Alsya sudah membentur lantai.

Pria tersebut menatap Alsya, bergantian pada keluarga inti Alsya yang sama sekali tidak ada pergerakan. Tidak panik ataupun ada rasa ingin menolong Alsya, semuanya malah berbincang satu sama lain, seperti tidak terjadi sesuatu.

Sampai akhirnya, Mbok Sumi yang melihat Alsya tidak sadarkan diri, berlari panik.

"Nona, bangun." Mbok Sumi menepuk-nepuk pipi Alsya panik. "Tolong bawa Nona ke kamar," pinta Mbok Sumi, pada pria yang baru menyandang sebagai suami Alsya.

"Tidak perlu." Suara Bibi Widia yang kini mendekat. Lalu menarik bahu Mbok Sumi kasar. "Pergi! Kerjakan pekerjaanmu dengan benar. Itupun jika kamu masih ingin hidup,"

Mbok Sumi mundur, dan tanpa mengatakan apapun, langsung pergi dengan perasaan cemas, takut terjadi sesuatu pada Alsya.

Tatapan Bibi Widia kini tertuju pada suami Alsya. "Kamu, lihat aku." perintahnya.

Pria tersebut mengalihkan tatapannya, dari Alsya yang tidak sadarkan diri beralih pada bibi Widia.

"Aku sudah membayar mahal untuk ini, jadi siksa dia sekejam mungkin." ujar Bibi Widia. "Dan sekarang, bawa dia bersamamu. Agar kamu bisa dengan leluasa menyiksanya."

Bibi Widia tidak bicara lagi, yang ada meninggalkan keduanya.

Pria tersebut mengangkat tubuh Alsya, tapi belum juga melangkah untuk membawa Alsya. Ada yang menahan bahunya, dan berhasil membuatnya mengurungkan langkahnya.

"Elvan," panggil seorang pria tua. "Ingat apa yang Nyonya Widia katakan, dia sudah membayar mahal. Dan, jadilah berguna untuk keluarga, jangan hanya jadi sampah yang membuat kami malu punya anak seperti kamu."

Elvan menoleh pada sang ayah berganti pada sang ibu yang berdiri berdampingan.

Dua orang yang memaksanya menikahi perempuan yang sama sekali tidak Elvan kenal.

Menolak? Percuma. Semua sudah diatur, mau tidak mau Elvan harus mau, itu sudah peraturan bagi Elvan yang di anggap tidak berguna oleh keluarga, atau bisa di bilang sampah keluarga.

"Jangan minta uang yang Nyonya Widia berikan, kamu tidak berhak atas uang itu, mengerti!" tegas ayah Elvan, dan langsung melenggang pergi lalu berbincang dengan Bibi Widia.

Datar.

Itu ekspresi di wajah Elvan, ia akhirnya melangkah dengan Alsya di gendongannya.

***

Pusing, itu hal pertama yang Alsya rasakan saat membuka kedua bola matanya.

"Mbok, aku pusing." panggil Alsya. Satu hal yang Alsya lakukan saat merasa pusing. Memanggil Mbok Sumi, dan wanita tua itu pasti akan memberinya obat. Dan memastikan Alsya kembali sehat.

Pernikahan.

Tiba-tiba Alsya mengingat pernikahan. Membuatnya kembali mengingat pernikahan yang telah terjadi antara dirinya dan juga pria asing.

Alhasil Alsya beranjak dari tidurnya, lalu duduk dan menatap tubuhnya yang masih mengenakan gaun pengantin.

Setelahnya mengedarkan tatapannya pada kamar dimana dirinya berada, kamar yang begitu asing bagi Alsya.

"Dimana aku?" tanya Alsya.

Dengan kepala yang masih pusing, Alsya coba turun dari tempat tidur.

Dan baru saja ingin melangkah, tiba-tiba pintu kamar dimana dirinya berada dibuka dari luar.

Alsya menatap pria yang baru saja menjadi suaminya. "Aku dimana?" tanya Alsya.

Namun, Elvan tidak menjawab. Yang ada melangkah mendekati Alsya.

Alsya yang tahu jika suaminya itu adalah mantan narapidana, coba mundur. Namun, karena memang tidak ada ruang untuk mundur, membuat Alsya malah terduduk di pinggiran tempat tidur.

"Jangan mendekat," pinta Alsya.

Elvan tidak berhenti melangkah.

Membuat Alsya takut, dan ia mundur hingga punggungnya membentur kepala ranjang.

"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Alsya semakin takut, apalagi Elvan kini sudah berada di sisi ranjang, dengan tatapan tidak lepas menatap pada Alsya, tatapan tajam seolah Alsya adalah mangsa. "Aku tahu, kamu orang suruhan Bibi untuk menyiksaku. Tapi aku mohon, tolong biarkan aku pergi."

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Dipaksa Menikah, Ternyata Suamiku Penguasa Rahasia    119. TAMAT

    Ethan akhirnya mencoba menerima kenyataan yang ada.Tidak peduli seberapa banyak kekurangan yang dimiliki Elvan di masa lalu, Alsya tetap memilih pria itu. Elvan adalah suaminya. Pria yang telah melewati begitu banyak hal bersamanya. Pria yang kini menjadi satu-satunya lelaki yang ingin Alsya cintai hingga akhir hidupnya.Terlebih lagi, Alsya kini telah mengetahui perasaan Ethan. Saat Alsya secara tegas memperingatkan Ethan untuk mengubur perasaannya, Ethan benar-benar menyadari bahwa ia tidak memiliki pilihan lain.Alsya bahkan mengatakan sesuatu yang membuat hati Ethan terasa begitu sakit.Jika Ethan tetap mempertahankan perasaannya dan terus berharap pada sesuatu yang mustahil, maka Alsya tidak akan mau lagi bertemu dengannya.Bukan hanya untuk sementara. Namun, mungkin untuk selamanya.Dan bagi Ethan, membayangkan hidup tanpa bisa melihat Alsya sama sekali terasa jauh lebih menyakitkan daripada harus memendam cintanya seorang diri.Akhirnya, Ethan mengalah. Ia berjanji kepada Alsy

  • Dipaksa Menikah, Ternyata Suamiku Penguasa Rahasia    118. Musang

    Dua bulan telah berlalu.Waktu seolah berjalan begitu cepat setelah semua badai yang pernah menerpa kehidupan Elvan dan Alsya. Luka-luka yang dahulu menghiasi tubuh mereka kini telah sembuh. Bukan hanya luka fisik, tetapi perlahan luka di dalam hati mereka pun ikut pulih.Kini, Elvan dan Alsya telah kembali menjalani kehidupan yang jauh lebih tenang.Jangan ditanya bagaimana kehidupan mereka saat ini.Tentu saja, sangat bahagia. Alsya telah menerima seluruh masa lalu Elvan. Ia tidak lagi memandang suaminya sebagai pria dengan kehidupan kelam yang pernah dipenuhi darah, kekuasaan, dan dunia gelap.Elvan adalah suaminya, Pria yang selalu melindunginya.Pria yang pernah mempertaruhkan segalanya demi dirinya.Dan yang terpenting, pria itu kini benar-benar berusaha meninggalkan kehidupan lamanya.Elvan tidak lagi menjalankan bisnis gelap yang dahulu membuat namanya ditakuti banyak orang. Ia memilih untuk memulai kehidupan baru dan mengelola showroom mobil mewah yang kini menjadi pekerjaann

  • Dipaksa Menikah, Ternyata Suamiku Penguasa Rahasia    117. Tidak Ada Lagi Rahasia

    Zans merasa lega bukan main ketika melihat Elvan akhirnya membuka mata. Setelah berhari-hari berada dalam kondisi kritis dan membuat semua orang diliputi kecemasan, kini pria yang selama ini dianggapnya begitu kuat itu akhirnya sadar.Tanpa membuang waktu, Zans segera berlari keluar dari ruang ICU untuk memanggil dokter Dann."Dann! Bos telah sadar!" teriak Zans begitu melihat dokter Dann berada tidak jauh dari ruangan.Dokter Dann yang sedang berbicara dengan seorang suster langsung menoleh. "Apa? Tuan Elvan sadar?"Zans mengangguk cepat. "Iya, Dann. Bos sudah membuka matanya."Dokter Dann segera masuk ke dalam ruang ICU, diikuti Zans dari belakang.Sementara itu, Alsya yang sejak tadi berada di sisi ranjang Elvan langsung mengangkat kepalanya ketika mendengar suara sang suami.Matanya yang sembap seketika kembali dipenuhi air mata."Sa... sayang," ucap Alsya lirih.Air mata kebahagiaan jatuh membasahi pipinya. Semua rasa takut yang memenuhi hatinya seolah menghilang begitu saja keti

  • Dipaksa Menikah, Ternyata Suamiku Penguasa Rahasia    116. Singkirkan Tanganmu Dari Istriku, Bajingan!

    "Nona sudah bangun?" tanya Zans, berusaha menghindari pertanyaan Alsya."Jangan mengalihkan pertanyaanku, Zans. Jawab saja, apa maksud dari perkataanmu tadi?" tanya Alsya, masih penasaran. Ia jelas mendengar Zans menyebut kata bayiku, sementara di salah satu tangannya terdapat susu hamil siap minum.Di dalam kamar itu hanya ada Alsya dan Ana, sahabatnya yang memang sedang hamil.Ana yang duduk di pinggir ranjang perawatan Alsya langsung menatap tajam ke arah Zans. Tatapannya seolah memperingatkan pria itu agar tidak mengatakan sesuatu yang bisa membongkar rahasia mereka.Zans sempat melirik Ana, lalu kembali menatap Alsya."Maaf, Nona. Tadi saya salah bicara. Maksud saya bayi yang sedang sahabat Nona, Nona Ana, kandung."Alsya mengerutkan kening. "Sepertinya kalian sudah akrab.""Tentu saja tidak," sahut Ana cepat.Alsya mengalihkan pandangannya kepada sang sahabat."Tapi kenapa dia tahu kamu hamil?""Saya pernah mendengar Nona dan Tuan membicarakan kehamilan Nona Ana," jawab Zans den

  • Dipaksa Menikah, Ternyata Suamiku Penguasa Rahasia    115. Berjanjilah

    Ana duduk seorang diri di sebuah rumah makan yang berada tidak jauh dari rumah sakit dimana Alsya di rawat.Ana tersenyum saat pelayan mengantar makanan yang ia pesan. "Terima kasih mbak." ujar Ana, lalu menatap piring nasi goreng yang ada dihadapannya.Entah mengapa malam ini Ana ingin makan nasi goreng. Padahal ia paling malas jika makan nasi goreng.Baru juga Ana ingin menyantap nasi goreng, tiba-tiba pelayan lain datang dan menaruh beberapa menu lain diatas mejanya. Ada sup daging, ayam mentega, ikan asam manis dan masih ada beberapa menu lainnya.Ana menatap pada pelayan yang masih berdiri di sisi mejanya. "Mbak, aku tidak memesan ini. Mbak salah meja," kata Ana."Tidak Mbak, saya tidak salah meja." Ujar pelayan itu."Tapi aku tidak memesan ini semuanya.""Aku yang memesan." Dari arah samping, suara Zans terdengar, membuat Ana langsung menatap pria itu.Zans menarik kursi dan duduk tepat di hadapan Ana. "Makanlah, bayiku butuh nutrisi. Bukan hanya di beri makan nasi tidak jelas s

  • Dipaksa Menikah, Ternyata Suamiku Penguasa Rahasia    114. Egois

    Malam memang sudah larut ketika Ana akhirnya tiba di ruang perawatan Alsya.Begitu membuka pintu, Ana mendapati sahabatnya itu sudah tertidur pulas di atas ranjang perawatannya. Wajah Alsya terlihat tenang dalam tidurnya meskipun masih tampak pucat. Selang infus terpasang di tangannya, sementara suara alat monitor terdengar pelan memenuhi ruangan.Ana berhenti sejenak di ambang pintu. Ia sebenarnya ingin berbicara dengan Alsya, bahkan ingin memastikan sendiri bagaimana keadaan sahabatnya itu. Namun, melihat Alsya yang sudah terlelap, Ana mengurungkan niatnya membangunkan sang sahabat."Tidurlah, Sya," bisiknya pelan.Ana kemudian berjalan menuju sofa yang berada tidak jauh dari ranjang. Ia meletakkan tasnya, lalu duduk bersandar. Malam ini ia memutuskan untuk menginap.Memastikan setidaknya, Alsya tidak sendirian.Hanya ada seorang suster yang berjaga di dalam ruangan, sementara Elvan sendiri entah bagaimana keadaannya. Ana tahu banyak hal sedang terjadi pada keluarga kecil sahabatnya

  • Dipaksa Menikah, Ternyata Suamiku Penguasa Rahasia    8. Perawatan Tubuh

    Alsya benar-benar sudah merasa lebih baik, bukan hanya karena dokter Dann merawatnya begitu telaten, seperti seorang ayah bagi putrinya sendiri, yang tidak pernah Alsya rasakan dari sang ayah. Tapi Alsya tidak merasa ketakutan lagi, jika Elvan akan menyiksanya, seperti dugaannya.Pasalnya setelah h

  • Dipaksa Menikah, Ternyata Suamiku Penguasa Rahasia    7. Trauma

    Alsya berdiri di tempatnya, dengan tatapan tertuju pada lebih dari lima orang pria yang berdiri tepat di depan pintu utama rumah tersebut, rumah yang tidak terlalu besar.Alsya mundur selangkah, ketika semua mata pria itu sekarang menatap kearahnya.Alsya merasa takut melihat semua pria dengan paka

  • Dipaksa Menikah, Ternyata Suamiku Penguasa Rahasia    6. Mengakhiri Hidup

    Alsya menautkan kening mendengar perkataan yang baru saja terlontar dari mulut dokter tersebut yang usianya tidak muda lagi. 'Kuatir' pria yang sudah bibi Widia bayar untuk menghancurkan hidup Alsya, kuatir padanya? Tidak mungkin, tentu saja tidak mungkin."Nona, butuh istirahat yang cukup." ucap

  • Dipaksa Menikah, Ternyata Suamiku Penguasa Rahasia    5. Kuatir

    Alsya terus memohon, dan kini menyatukan kedua telapak tangannya. "Aku mohon padamu, lepaskan aku. Katakan pada Bibi, jika aku melarikan diri. Aku mohon,"Lagi-lagi Elvan hanya menatap dingin pada Alsya. Membuatnya semakin takut."Biarkan aku hidup seperti orang-orang, sekali lagi, tolong lepaskan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status