Bab 14Dua bulan berlalu dengan cepat, tetapi bagi Calvin Ashford, hari-harinya justru terasa semakin berat.Pagi itu, Calvin baru saja duduk di meja makan ketika rasa mual kembali menyerangnya. Ia menutup mulut, bangkit tergesa, lalu berlari ke kamar mandi.“Ugh—”Suara muntah terdengar jelas.Samantha yang sedang memilihkan jas di kamar langsung menoleh panik. “Calvin?”Beberapa menit kemudian, Calvin keluar dengan wajah pucat. Ia membasuh mulutnya, lalu bersandar di dinding.“Ini sudah yang ketiga hari ini,” gumamnya kesal.Samantha menghampiri. “Apa perutmu masih sakit?”“Bukan sakit,” jawab Calvin sambil mengusap dadanya. “Mual. Aneh rasanya.”“Kau sudah ke dokter minggu lalu,” kata Samantha hati-hati. “Katanya bukan karena lambung.”“Itu yang membuatku makin kesal,” sahut Calvin. “Kalau bukan penyakitku, lalu apa?”Samantha terdiam. Ia juga merasa aneh, tetapi tidak berani berkata lebih jauh. Calvin yang biasanya makan apa saja, kini sulit menyentuh makanan berat. Daging membuat
最後更新 : 2026-04-29 閱讀更多