Sore itu, aroma hujan yang tertinggal di udara mengiringi langkah Camelia kembali ke apartemen. Perjalanan pulang dari rumah sakit menguras sisa-sisa energinya, namun melihat Daven bisa keluar dari bangsal rawat membuat beban di pundaknya sedikit terangkat. Camelia menuntun Daven perlahan, membantunya merebahkan punggung di atas sofa ruang tamu yang empuk. "Capek, Sayang?" tanya Camelia lembut, jemarinya bergerak merapikan anak rambut di dahi Daven. Daven mengangguk lemah, kelopak matanya tampak berat. "Sedikit, Ma." Camelia menarik selimut tipis sebatas dada putranya. "Istirahatlah. Nanti Mama buatkan sup hangat untukmu." *Step, step, step.* Pintu kamar mendadak terbuka. Aurora berlari keluar dengan binar mata yang begitu cerah. "Kak Daven sudah pulang!" Gadis kecil itu langsung menghambur, bersiap mendekap erat sang kakak. "Eh, pelan-pelan, Aurora," tegur Camelia cepat, menahan pundak kecil putrinya. "Kakakmu masih lemas, jangan dipeluk terlalu kencang." Aurora mengerucutkan
Read more