Bab 27Sore itu, Camelia mengenakan jaket tipis sebelum meninggalkan apartemen. Ia menitipkan Aurora pada tetangga sebelah yang sudah terbiasa membantunya, sementara Daven masih tertidur sejak siang. Daftar belanjanya ada di ponsel, hanya hal-hal sederhana. Ia tidak ingin berlama-lama.“Hanya sebentar,” gumamnya saat mengunci pintu.Supermarket tidak terlalu ramai. Camelia mendorong troli kecil, mengambil susu, roti, buah, dan beberapa kebutuhan lainnya. Ia berusaha fokus, menyingkirkan pikiran tentang rumah sakit, tentang lusa, tentang semua hal yang membebani dadanya sejak kemarin.Saat ia hendak berbelok ke lorong berikutnya, langkahnya terhenti.Siapa lagi kalau bukan Calvin.Pria itu berdiri tidak jauh darinya, sebentar berbicara dengan kasir ekspres. Wajahnya tetap sedingin biasanya. Camelia refleks berbalik, berniat pergi sebelum terlihat.Namun sebelum ia sempat menjauh, pergelangan tangannya ditarik kuat.“Lepaskan!” bisik Camelia panik.Calvin tidak menjawab. Ia menyeret Cam
最後更新 : 2026-05-03 閱讀更多