Sore itu, taman kota tampak hidup. Cahaya matahari yang mulai menyepuh jingga jatuh di antara pepohonan, menciptakan bayangan panjang di atas rumput. Orang-orang berlalu-lalang dengan santai; ada yang sekadar menghirup udara segar, ada pula yang duduk termenung di bangku kayu.Juna berjalan menyusuri trotoar di tepian taman. Di kedua sisinya, Aurora dan Daven melangkah dengan binar mata yang jauh lebih ceria dibandingkan hari-hari sebelumnya.Aurora menggenggam erat jemari Juna, sesekali melompat kecil untuk menyeimbangkan langkahnya. "Paman Juna, lihat! Ada anjing kecil!" serunya riang sambil menunjuk seekor poodle putih yang melintas di kejauhan.Juna terkekeh, mengacak pelan rambut gadis kecil itu. "Iya, lucu sekali. Seperti boneka, ya?"Daven berjalan di sisi lain dengan pembawaan yang lebih tenang, mewarisi ketenangan yang sering kali terlihat dewasa sebelum waktunya. "Paman," panggil Daven lirih."Ya, jagoan?""Besok... apa kita bisa ke sini lagi?" tanya Daven penuh harap.Juna
最後更新 : 2026-05-14 閱讀更多