173Aroma kopi pagi dan gemuruh mesin cetak di departemen desain biasanya menenangkan bagi Camelia. Namun, pagi ini, langkah kakinya terasa agak ragu saat dia memasuki kubikel kerjanya. Insiden kemarin sore—pria asing yang mengaku sebagai Jhonson dan klaim gila tentang kekaguman selama sepuluh tahun—masih berputar seperti kaset rusak di kepalanya.Camelia meletakkan tas tangannya, mencoba mengusir pikiran-pikiran negatif itu. "Dia hanya orang iseng, Camelia. Jangan dipikirkan," bisiknya untuk menenangkan diri.Namun, saat pandangannya jatuh ke atas mejanya, napasnya seketika tercekat di tenggorokan.Di sebelah vas bunga kecilnya, tergeletak sebuah kotak hadiah hitam datar tanpa pita. Di atasnya ada secarik kertas putih dengan tulisan tangan yang sangat rapi.Dengan jantung yang mulai berdetak tidak beraturan, Camelia meraih kotak itu. Rekan kerjanya, Maya, kebetulan berjalan lewat sambil membawa tumpukan berkas. "Wow, menerima paket lagi sepagi ini? Apakah itu dari CEO?" Maya menggoda
Read more