"Kael," bisikku, tidak menyangka akan melihatnya di sini. "Putri," jawabnya, suaranya datar. "Aku mendengar Putri ingin keluar." Aku mengangguk cepat dan menjawab, "Hanya sebentar. Aku hanya ingin... berjalan-jalan." Kael menatapku untuk beberapa saat, lalu matanya beralih ke prajurit di sampingnya. "Aku akan menjaganya," ujarnya singkat. "Kembalilah ke posisimu." Prajurit itu tampak ragu, tapi tidak berani membantah. Dengan hormat, dia membungkuk dan pergi, meninggalkan aku dan Kael berhadapan di ambang pintu. "Terima kasih, Kael," ucapku pelan. "Jangan berterima kasih dulu," potongnya, nadanya masih dingin. "Aku tidak melakukannya untukmu." Dia berbalik, mulai berjalan menyusuri koridor tanpa menunggu. Aku terpaksa mengikutinya, kakiku melangkah cepat agar tidak tertinggal. "Kael," panggilku, mencoba memecah kebekuan. "Aku... aku dengar pasukan sudah ditarik." "Ya." "Apakah... apakah ayahmu baik-baik saja?" tanyaku memberanikan diri. Tidak banyak yang tahu tentang fakta
Last Updated : 2026-05-22 Read more