Sementara itu, di kuil para malaikat..."Lylia, kenapa kamu menghindar?"Orion bertanya sambil mengulurkan tangannya ke arahku, seperti hendak mengelus pipiku sehingga aku pun menepis tangannya."Orion, bukan begitu," jawabku, dengan panik mencari alasan.Aku menggigit bibirku sendiri, begitu keras hingga hampir merasakan logam darah, berusaha menenangkan debaran di dada yang terasa seperti burung kecil terjebak dalam sangkar rusukku. "Aku akan mandi dan berganti pakaian. Bisakah kamu tunggu di luar sebentar, Orion?"Suaraku terdengar rapuh, bahkan di telingaku sendiri.Sayangnya, Orion tidak bergerak, bukan satu milimeter pun. "Orion," ucapku lagi, kali ini penuh penekanan."Baiklah, baiklah."Orion memang berdiri dari tempat tidurku, tapi bukannya keluar, dia malah berdiri di ambang pintu kamar, dengan tubuh tinggi menjulang yang menutupi hampir seluruh bingkai pintu. Senyumnya masih menggantung di bibir tipis itu, senyum yang dari tadi kurasa hangat, tapi sekarang... sekarang m
Last Updated : 2026-05-25 Read more