LOGINDemi sepuluh miliar yang sudah melambai di dunia nyata, aku membuang seluruh rasa maluku ke dasar neraka dan menggoda Arthur, sang raja iblis. Namun, kenapa alih-alih menampilkan reaksi kuat penuh rasa jijik karena wanita yang selama ini ia kagumi karena dianggap suci sudah berubah nakal dan tercemar, pria itu justru bersikap seolah-olah ia menyukainya dan ingin menelanku bulat-bulat!?
View More“Tidak, kamu salah paham … lepaskan aku!”
Aku mencoba mendorong sosok itu menjauh. Namun, tubuh Arthur sekuat baja, mengungkungku dalam kuasanya.
"Bukankah kamu yang terus memprovokasiku dari tadi?" Suara Arthur yang berat bergetar di ceruk leherku, sementara bibirnya menyapu kulitku, membuatku gemetar. “Sekarang, kamu mau mundur?”
Beberapa menit yang lalu, aku memang masih menggodanya agar aku bisa kembali ke tempat asalku. Yang kuharapkan adalah reaksi kuat penuh rasa jijik karena wanita yang selama ini ia kagumi karena dianggap suci sudah berubah nakal dan tercemar.
Tapi kenapa ia justru bersikap seolah-olah ia menyukainya dan ingin menelanku bulat-bulat!?
***
Dua belas jam sebelumnya…
“Anda harus menjaga diri Anda, Nona. Seperti yang Anda ketahui, Anda berbeda dengan semua makhluk yang ada di sini.”
Aku diam saja mendengar penuturan pelayan sebelum ia keluar ruangan. Saat ini, aku sedang berada di salah satu kamar di kastil Kerajaan Pandemonium, sebuah kerajaan iblis dalam game berbasis cerita yang populer di dunia nyata.
Ya, aku jatuh masuk ke dalam permainan itu di momen yang paling buruk; tepat setelah aku memenangkan lotre sebesar 10 miliar.
Sebagai pegawai kantoran yang kerja dari pagi sampai malam tapi tidak kunjung kaya raya, aku mencoba peruntungan dengan membeli tiket lotre. Hebatnya, aku bisa menang hadiah utama dalam sekali coba!
Malam itu aku sudah mulai berkhayal hidup lebih nyaman. Tidak perlu desak-desakan naik kereta setiap hari, tidak perlu menghadapi kemacetan, bahkan tidak perlu memikirkan cicilan dan biaya hidup. Mungkin saja aku bisa santai bermain game penuh pria-pria tampan yang baru mulai kumainkan ini meski aku beberapa kali merutuki karakter utamanya yang sok suci.
Sama sekali tidak kusangka kalau aku akan terbangun di dalam game itu sendiri. Bahkan masuk ke dalam tubuh si karakter utamanya.
Dalam situasi normal, mungkin ini adalah impianku. Terbangun di tubuh karakter utama, Lylia, seorang putri yang suci dan polos yang memiliki 4 pria iblis tampan sebagai pemujaku.
Tapi, karena aku baru saja menang lotre sepuluh miliar di dunia nyata, bahkan ketampanan pria-pria itu tidak cukup untuk menghibur hatiku!
[Selamat datang di dunia 'Takhta Naga dan Mawar'. Untuk kembali ke dunia asli, Anda harus membuat seluruh tokoh utama membenci Anda. Level kebencian saat ini: 0%.]
Pemberitahuan sistem tiba-tiba muncul lagi di depan wajahku.
Ah, ya. Ini adalah misi yang harus kulakukan jika aku mau kembali ke duniaku. Aku harus membuat pria-pria tampan yang ada di dalam game ini untuk membenciku–membenci Lylia yang mereka puja-puja karena energi kebaikannya
Kupandangi pantulan cermin berbingkai emas di kamar mewah ini.
Wajah Lylia cantik. Mata gadis ini biru polos, rambut pirang panjang, bibir merah alami. Tubuhnya mungil, lembut, seperti porselen yang tidak boleh disentuh kasar, dan aura kemurnian yang begitu kental.
Dia benar-benar... tampak seperti Dewi.
“Baiklah,” desahku sambil menyingsingkan lengan gaunku. “Kalau begini caranya, aku akan buat mereka semua muak padaku. Memangnya apa susahnya jadi jahat?”
Mereka menyukai Lylia karena energi kebaikannya yang unik di dunia iblis ini, kan? Kalau begitu, bagaimana kalau aku merusak itu untuk mereka?
Sistem menampilkan daftar target.
Peringkat pertama: Arthur, Raja Iblis. Sosok dingin, kejam, dan anti sosial dalam game asli.
Dalam alur asli game ini, hubungan Lylia dan Arthur—sang Raja Iblis yang sedang dalam masa 'pertobatan'—sangatlah membosankan.
Mereka saling mencintai, tapi terjebak dalam protokol kesucian. Arthur memuja Lylia bak dewi, dia tidak pernah menyentuh Lylia karena takut mengotori kemurnian Lylia meskipun pria iblis itu menahan Lylia di kastilnya.
“Sempurna,” bisikku.
Jika dia sangat mengidolakan kesucian dan kesopanan Lylia, maka aku akan menjadi wanita paling agresif, kasar, dan 'gila' yang pernah ia temui. Aku akan menghancurkan citra dewi yang ia puja-puja itu sampai dia merasa jijik padaku.
Aku menghabiskan semalaman membaca ulang profil Arthur. Lahir dari api neraka. Tidak pernah tersenyum. Membunuh selirnya sendiri karena berani menyentuhnya tanpa izin. Level toleransi terhadap kebodohan manusia: nol.
“Dia tipe yang paling benci direndahkan,” simpulku sambil tersenyum predator. “Maka aku akan merendahkannya. Sepenuhnya.”
Namun kemudian ide jahat muncul. Dalam game, Arthur tidak tergoda oleh kecantikan, dan sebagai raja iblis murni, dia paling tidak bisa direndahkan, bisa dipastikan dia aka akan membunuh wanita yang menggoda dan merendahkannya.
Maka... kenapa tidak sekalian?
“Sistem, kalau aku menyiksa Arthur dan menggodanya, lalu menolaknya di detik terakhir, apa dia akan benci?”
[Kemungkinan 89%.]
Jawaban sistem membuat aku berteriak kegirangan.
"Itu dia! Baiklah, Arthur adalah target pertama yang akan kuganggu!" seruku dengan senyum licik.
Aku yakin tak perlu tiga bulan, dalam seminggu, aku pasti akan keluar dari dunia tak masuk akal ini.
10 miliar, tunggu aku!
Apa!?"Tidak! Arthur, kamu... kamu seharusnya marah kuperlakukan seperti ini! Kamu seharusnya benci padaku!" teriakku frustasiTiba-tiba dia justru menarik rantai itu hingga tubuhnya mendekat ke kakiku, menempelkan pipinya yang panas di atas sepatuku dengan tatapan memuja."Marah? Kenapa aku harus marah, Lylia?"Sial. Apa aku salah strategi? Melihat reaksi Arthur yang justru tampak menikmati rasa sakit di ruang kerjanya, otakku berputar cepat.Rupanya, mencambuknya di ruangan yang nyaman dan penuh buku hanya membuatnya merasa sedang menjalani sesi terapi spiritual yang intens. Aku butuh tempat yang lebih menghina martabatnya. Tempat yang seharusnya menjadi lubang keputusasaan bagi seorang raja."Berdiri," perintahku tajam, menyentak rantai perak yang melilit pergelangan tangannya.Arthur bangkit dengan keanggunan yang menyebalkan. Meskipun kulitnya memerah dan kemejanya robek, dia tetap terlihat seperti model majalah dewasa versi fantasi gelap. Napasnya masih berat, dan mata merahny
Arthur berdiri perlahan, dan aku baru menyadari betapa tingginya pria ini.Dia bukan hanya seorang penguasa, dia adalah perwujudan dari godaan terlarang yang dipahat secara sempurna oleh kegelapan.Cahaya temaram dari lilin-lilin di ruang kerjanya menari-nari di atas struktur wajahnya yang tajam, tulang pipi yang tinggi, rahang yang tegas, dan hidung yang lurus sempurna. Kulitnya pucat, sehalus porselen tapi memberikan kesan dingin yang mematikan. Namun, yang paling berbahaya adalah matanya. Merah menyala layaknya permata rubi yang direndam dalam darah, dengan pupil yang sedikit memanjang saat ia menatapku.Tatapan itu memiliki daya tarik gravitasi yang aneh, seolah-olah jika aku menatap terlalu lama, jiwaku akan tersedot habis.Sebagai Raja Iblis, Arthur memiliki aura sensual yang bersifat predator. Kemeja hitamnya yang kini sedikit berantakan akibat ulahku memperlihatkan lekuk otot dadanya yang padat. Ada aroma yang menguar dari tubuhnya, aroma kayu cendana yang terbakar, mawar h
Keesokan paginya, aku mengubah total penampilan Lylia. Rambut pirang yang biasa dikepang rapi kubiarkan tergerai liar. Gaun sutra putih yang sopan kuganti dengan korset hitam ketat yang memperlihatkan bahu dan sedikit belahan dada sehingga dadaku yang besar seakan-akan mau tumpah.Untuk ukuran kerajaan yang konservatif, ini sudah seperti pakaian wanita seorang pelacur.Para pelayan menatapku ngeri.“Pu-putri Lylia? Apa yang terjadi dengan pakaian Anda?”“Aku ingin mencoba gaya baru hari ini,” sahutku acuh sambil melenggang ke koridor."T-tapi, Putri....""Jangan banyak bicara, ikuti saja aku!" potongku dengan nada ketus.Di dalam game, Lylia asli adalah lambang kesucian. Dia selalu tersenyum ramah, bicara lembut, menolong semua orang. Namun aku dengan sengaja mengubah citra sempurna itu dengan melenggang di koridor sambil memasang tatapan tajam, tidak menyapa siapa pun, bahkan mendorong seorang ksatria yang menghalangi jalanku.“Minggir.”“P-Putri?!”Mereka semua kaget. Biasa. Semak
“Tidak, kamu salah paham … lepaskan aku!”Aku mencoba mendorong sosok itu menjauh. Namun, tubuh Arthur sekuat baja, mengungkungku dalam kuasanya. "Bukankah kamu yang terus memprovokasiku dari tadi?" Suara Arthur yang berat bergetar di ceruk leherku, sementara bibirnya menyapu kulitku, membuatku gemetar. “Sekarang, kamu mau mundur?”Beberapa menit yang lalu, aku memang masih menggodanya agar aku bisa kembali ke tempat asalku. Yang kuharapkan adalah reaksi kuat penuh rasa jijik karena wanita yang selama ini ia kagumi karena dianggap suci sudah berubah nakal dan tercemar.Tapi kenapa ia justru bersikap seolah-olah ia menyukainya dan ingin menelanku bulat-bulat!?***Dua belas jam sebelumnya…“Anda harus menjaga diri Anda, Nona. Seperti yang Anda ketahui, Anda berbeda dengan semua makhluk yang ada di sini.”Aku diam saja mendengar penuturan pelayan sebelum ia keluar ruangan. Saat ini, aku sedang berada di salah satu kamar di kastil Kerajaan Pandemonium, sebuah kerajaan iblis dalam game b






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.