Hal yang membuatku sangat senang adalah ini pengalaman pertama Megan.Setelah malam yang liar itu, aku memperhatikan Megan yang sedang tertidur lelap di sampingku dan akhirnya aku membuat sebuah keputusan.Aku harus cari kesempatan untuk jujur pada Nikita, kalau aku tidak bisa lagi memiliki hubungan ambigu dengannya.Baru saja aku menyalakan sebatang rokok, Megan sudah membuka matanya.Dia memeluk pinggangku, lalu tubuhnya yang meliuk bak ular kembali melilit tubuhku.Aku tidak punya niat lagi untuk lanjut merokok.Di tengah pergumulan itu, Megan mencubit tubuhku pelan."Ayah, nanti jangan peduliin Nikita lagi ya? Aku mau Ayah cuma jadi punyaku seorang."Saat seperti ini, tentu saja aku menjanjikan apa pun padanya, apalagi aku memang sudah punya pikiran begitu sejak tadi."Iya, iya, Megan. Ayah janji nggak bakal ada apa-apa sama Nikita. Ayo, nungging lagi yang tinggi ...."Menjelang siang, barulah aku dan Megan keluar dari hotel. Dia kembali ke sekolah, sementara aku pergi ke rumahnya.
Read more