공유

Bab 3

작가: Yuna
Megan sepertinya menyadari perubahanku, dia menundukkan kepala dan berujar malu-malu dengan suara kecil, "Ayah, Ayah nggak boleh punya pikiran macam-macam ya. Aku minta tolong cuma karena ada kutu yang masuk dan bikin gatal."

Aku menggelengkan kepala. "Tenang aja, Ayah nggak bakal punya pikiran aneh-aneh sama kamu. Ini reaksi alami laki-laki, bukan sesuatu yang bisa Ayah kendaliin dengan sengaja."

Demi mengalihkan perhatian, aku mulai bertanya apakah Megan dan pacarnya pernah melakukan hubungan intim, sambil menanyakan beberapa hal lainnya.

Karena tingkah laku Megan, banyak orang di jalan memberikan tatapan ambigu yang aneh kepada kami.

Susah payah akhirnya sampai di rumah, aku mendorong pintu dan seketika melihat ibu Megan, adik angkatku Nikita, sedang menjemur pakaian di balkon.

Selagi dia tidak memperhatikan pintu, aku bergegas menggendong Megan yang kedua kakinya sudah lemas tidak berdaya ke dalam kamar tidur.

Aku lalu berjalan menuju kamar tidur Nikita.

Karena takut memicu kecurigaan Nikita, aku sengaja membuat suara agar dilihat dia, kemudian mengajaknya mengobrol secara alami.

"Dek, bukannya dua hari lalu kamu bilang bingkai foto di kamarmu belum terpasang kuat? Biar aku bantu paku."

Aku asal mencari alasan.

Sambil berbicara, aku tidak sengaja melirik ke arah Nikita.

Benar-benar ibu dan anak, Nikita mengenakan gaun panjang ketat, menonjolkan bagian belakangnya yang indah saat sedang menjemur pakaian.

Bentuk tubuh wanita matang yang meliuk itu makin merangsang diriku.

Nikita menoleh setelah mendengar perkataanku, wajahnya menunjukkan senyuman menggoda.

"Boleh aja, Kak Derik. Kalau gitu, makasih ya."

Selagi dia masih sibuk menjemur, aku segera masuk ke kamar dan mencari-cari, hingga akhirnya berhasil mendapatkan kunci sabuk kesucian itu.

Sambil berujar ingin mengambil peralatan di dalam ruangan, aku bergegas masuk ke kamar Megan.

Saat ini, sang primadona sekolah yang tampak sangat polos itu sudah tidak tahan lagi. Kedua kakinya terangkat tinggi, stoking putih dan celananya sudah dia tanggalkan sebagian.

Melihatku masuk, wajahnya memerah karena rasa tidak nyaman yang tak tertahankan.

"Ayah, sudah ketemu belum kunci sabuknya? Aku merasa kutu itu udah masuk ke sabuk kesucian, sekarang gatal sekali. Cepat buka sabuknya, cepat bantu hilangin gatalnya."

Stoking sudah ditanggalkan, dua kaki jenjang yang putih terpampang nyata di hadapanku.

Bahkan bagian tubuhnya yang lembut pun terlihat jelas di mataku.

Dia mengangkat kedua kakinya yang masih terpasang sabuk kesucian sambil terus menggoyangkan pinggulnya.

Melihat gadis muda dalam kondisi seperti itu, mana mungkin aku bisa tahan?

Aku segera mendekat sambil membawa kunci tersebut.

"Tenang aja, Megan. Ayah lepasin secepatnya, lalu bantuin hilangin gatalmu."

Setelah berkata demikian, dengan tangan gemetar, aku memutar kunci hingga terdengar suara klik dan sabuk kesucian itu terbuka.

Seiring terbukanya sabuk tersebut, kedua kaki gadis itu langsung bertumpu di bahuku.

"Ayah, gatalnya nggak tahan lagi, cepat!"

Kepalaku terasa berdengung, seluruh darahku seolah berkumpul di satu titik, rasanya ingin segera menerkam Megan.

Sisa logika yang ada memberitahuku untuk tidak melakukannya. Nikita ada di luar, dan Megan adalah anak angkatku. Aku tidak boleh melakukan perbuatan bejat seperti itu.

Aku menjulurkan tangan dan menggaruk bagian yang membuat Megan merasa gatal.

"Enak banget .... Ayah, sebelah sana juga ...."

Mengikuti instruksi Megan, aku menggaruk beberapa kali dengan sekuat tenaga.

Wajah Megan memerah seperti apel yang matang, tubuhnya pun makin gemetar hebat.

"Ayah, aku ... aku merasa di bagian dalam makin gatal ...."

Mendengar ucapannya, seluruh tubuhku terasa panas seolah mau meledak. Apa gadis ini sedang memberiku isyarat?

Di tengah keraguanku, Megan tiba-tiba memeluk leherku.

"Bantu aku lepasin roknya, Ayah. Aku juga mau hilangin rasa gatal yang lain."

Tanpa sempat berkata-kata, tanganku yang jujur sudah menekannya ke tempat tidur dan menarik pakaian dalamnya yang berwarna ungu itu.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Ayah, Bantu Garuk Dalam Rokku   Bab 9

    Aku mendorong pintu dan melihat Nikita sedang meringkuk di lantai.Kevin memegang ikat pinggang di tangannya sambil terus melontarkan makian."Palacur sialan, beraninya kamu cari orang buat selidiki aku! Hari ini aku harus kasih kamu pelajaran. Nanti malam aku bakal seret kamu ke kelab biar kamu nggak berani lagi!"Nikita menutupi kepalanya dengan kedua tangan sambil terus memohon ampun, "Aku nggak bakal berani lagi. Aku mohon, sayang, jangan pukul lagi. Aku yang minta tolong sama Kak Derik, dia nggak ada sangkut pautnya. Lepasin dia, ya?"Padahal dia sendiri sedang terdesak, tapi Nikita masih saja sempat memohon untukku.Di tengah rasa haru, aku merasa sangat perih. Aku segera mengeluarkan ponsel dan menelepon polisi.Setelah itu, aku menerjang masuk dan bergulat dengan Kevin.Polisi datang dengan cepat. Kevin dibawa pergi, sementara Nikita dilarikan ke rumah sakit.Saat Nikita sedang menjalani pemeriksaan, Megan tiba di rumah sakit.Karena sudah melihat sifat aslinya secara jelas, ak

  • Ayah, Bantu Garuk Dalam Rokku   Bab 8

    Hari pertama bekerja, aku tidak berani melakukan pergerakan besar dan selalu bersikap sangat penurut.Selama jam kerja, Megan mengirimkan pesan padaku dan bertanya bagaimana pekerjaanku.Melihat perhatian di setiap baris kalimatnya, hatiku merasa sedikit bimbang.Aku tidak tahu harus lebih memercayai Megan atau Nikita.Nikita adalah adik angkat yang tumbuh besar bersamaku, seharusnya aku lebih memercayainya. Tapi, karena aku sudah memiliki hubungan khusus dengan Megan, aku tidak rela jika harus menganggapnya sebagai orang jahat.Sudahlah, setelah aku membantu Nikita merampungkan perceraiannya, kebenaran pasti akan terungkap dengan sendirinya.Malam harinya setelah pulang kerja, aku pergi ke hotel yang sudah dijanjikan bersama Megan.Dia masih tetap begitu membara dan gila, penuh dengan gairah khas anak muda.Aku tidak membocorkan satu kata pun tentang ucapan Nikita padanya, aku hanya fokus menikmati kenikmatan bersamanya.Setelah selesai, kami pulang ke rumah bersama-sama.Setelah bebe

  • Ayah, Bantu Garuk Dalam Rokku   Bab 7

    Hal yang membuatku sangat senang adalah ini pengalaman pertama Megan.Setelah malam yang liar itu, aku memperhatikan Megan yang sedang tertidur lelap di sampingku dan akhirnya aku membuat sebuah keputusan.Aku harus cari kesempatan untuk jujur pada Nikita, kalau aku tidak bisa lagi memiliki hubungan ambigu dengannya.Baru saja aku menyalakan sebatang rokok, Megan sudah membuka matanya.Dia memeluk pinggangku, lalu tubuhnya yang meliuk bak ular kembali melilit tubuhku.Aku tidak punya niat lagi untuk lanjut merokok.Di tengah pergumulan itu, Megan mencubit tubuhku pelan."Ayah, nanti jangan peduliin Nikita lagi ya? Aku mau Ayah cuma jadi punyaku seorang."Saat seperti ini, tentu saja aku menjanjikan apa pun padanya, apalagi aku memang sudah punya pikiran begitu sejak tadi."Iya, iya, Megan. Ayah janji nggak bakal ada apa-apa sama Nikita. Ayo, nungging lagi yang tinggi ...."Menjelang siang, barulah aku dan Megan keluar dari hotel. Dia kembali ke sekolah, sementara aku pergi ke rumahnya.

  • Ayah, Bantu Garuk Dalam Rokku   Bab 6

    Benar-benar pucuk dicinta ulam pun tiba. Di saat aku sedang ingin menyelesaikannya, gadis kecil ini malah datang mengantarkan diri."Dasar genit, kamu diam-diam menyelinap ke sini cuma biar Ayah bisa ngerjain kamu, ya?"Aku segera memeluknya erat dan sengaja menggoda dia.Megan mendengus pelan. "Memangnya Ayah nggak mau?"Merasakan tubuh yang panas dan lembut di pelukanku, aku tidak punya niat lagi untuk bercanda. Aku langsung menindihnya dengan terburu-buru."Kak Derik, kamu udah tidur?"Belum sempat aku beraksi, pintu kamar tidur terbuka lagi.Kali ini yang datang adalah Nikita.Aku bergegas mendorong Megan agar lebih masuk ke dalam dan menutupinya dengan selimut.Baru saja tertutup rapi, Nikita sudah berjalan ke sampingku dan langsung memelukku."Kak Derik, gimana pertimbanganmu? Aku beneran pengen sama kamu, kalau nggak percaya coba deh kamu rasain ...."Dia menarik tanganku dan mengarahkannya ke bawah.Memikirkan Megan yang berbaring tepat di sampingku, rasanya aku ingin cari luba

  • Ayah, Bantu Garuk Dalam Rokku   Bab 5

    Kevin sedang dinas luar kota dan tidak ada di rumah selama dua hari ini, makanya aku berani bertindak senekat itu.Nikita adalah adik angkatku sendiri. Dulu saat aku masih kecil dan sering sakit-sakitan, ibunya Nikita yang seorang dokter anak sering merawatku, jadi lama-lama kami pun jadi akrab.Akhirnya aku pun resmi mengangkat ibu Nikita sebagai ibu angkatku.Kedatanganku ke rumah Nikita kali ini karena dia menelepon. Dia bilang perusahaan Kevin butuh bantuan orang. Dia tidak percaya kalau harus merekrut orang asing, makanya dia memintaku datang.Begitu aku sampai, Kevin kebetulan sedang dinas luar kota dan aku belum sempat ke kantor, itulah sebabnya aku punya waktu untuk menemani Megan jalan-jalan sore.Memikirkan Megan, tanganku tiba-tiba saja terhenti.Tadi aku hampir saja melakukan itu dengan Megan .... Kalau sekarang aku malah lanjut dengan Nikita, rasanya kok tidak benar ya?Nikita tampak sedikit kesal melihatku berhenti."Kak Derik, ayo dong lanjut, aku udah nungguin nih."Mel

  • Ayah, Bantu Garuk Dalam Rokku   Bab 4

    Aku yang sudah tidak sabar segera berusaha menarik pakaian itu sekuat tenaga, sementara tangan lainnya bersiap menanggalkan pakaianku sendiri."Ah ...."Tepat pada saat itu, sebuah teriakan kaget terdengar dari luar.Suara itu sontak membuatku dan Megan terlonjak kaget."Kak Derik, cepetan keluar, bantuin aku! Pipa mesin cucinya rusak ...."Baru saja aku ingin melanjutkan aksiku, suara Nikita sudah memanggilku.Mendengar suara gemericik air yang deras, aku terpaksa melepaskan Megan dan melangkah keluar.Aku bergegas menuju balkon, lalu menelan ludah melihat pemandangan di depan mataku.Meski Nikita sudah mematikan keran tepat waktu, air terlanjur membasahi bagian depan tubuhnya.Gaunnya yang memang tipis kini melekat erat pada kulit, menonjolkan bentuk tubuhnya yang makin molek.Harus kuakui, adik angkatku ini benar-benar masih sangat menawan. Tubuhnya yang matang memiliki daya tarik tersendiri, jauh lebih menggoda daripada gadis polos seperti Megan."Cepetan sini, Kak Derik! Pipa air

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status