Cahaya obor yang menari-nari di dinding batu altar membiaskan bayangan yang panjang dan menakutkan. Aroma dupa yang menusuk hidung, bercampur dengan bau besi berkarat, membuat Nayra terbatuk kecil saat kesadarannya menghantam secara paksa. Kepalanya terasa seperti dibelah dua. Kenangan-kenangan asing menyerbu benaknya: kehidupan seorang gadis malang, pernikahan politik, pengkhianatan, dan sebuah kematian dingin di atas lantai marmer. Sekarang, ia ada di sini. Di tempat ini.Nayra tersentak. Ia mencoba menggerakkan lengannya, namun kain kasar yang mengikat pergelangan tangannya di altar batu itu menahannya. Gaun pengantin merah yang ia kenakan kini sudah robek di sana-sini, memamerkan bahu kirinya yang terasa perih. Sesuatu yang ganjil terasa di sana—sebuah pola panas yang berdenyut seirama detak jantungnya. Tanda iblis."Bangun juga akhirnya," sebuah suara bariton yang berat dan sedingin es membelah kesunyian ruangan.Nayra mendongak. Di hadapannya, seorang pria berdiri tegak seperti
Last Updated : 2026-04-30 Read more