Home / Fantasi / Istri Iblis Yang Salah Tubuh / 04. Rahasia Gaun Merah yang Robek

Share

04. Rahasia Gaun Merah yang Robek

Author: Nayara Venn
last update publish date: 2026-04-30 12:11:21

Langkah kaki Nayra senyap saat ia menyusuri Sayap Barat istana. Bau apak kayu tua dan aroma debu yang menggantung di udara menusuk indra penciumannya. Hari ini, istana terasa anehnya sepi; kabarnya, Kael Varyn sedang mengadakan pertemuan tertutup dengan para Tetua Iblis di aula dimensi lain, membiarkan pertahanan istana sedikit longgar.

Ini adalah kesempatannya. 

Nayra masih mengenakan gaun merah yang telah diperbaiki seadanya, meski noda robekan di bahunya tetap menjadi pengingat permanen akan malam pertamanya di sini. Ia teringat kata-kata sistem bahwa gaun ini—gaun yang ia kenakan saat pertama kali terbangun di altar—bukanlah sekadar kain biasa. 

Ia tiba di depan pintu kayu jati yang kokoh dengan ukiran gagak bermata kristal merah. Pintu itu sedikit terbuka, mengundang rasa ingin tahu yang tak bisa dibendung. Begitu ia mendorongnya masuk, hawa dingin yang jauh lebih menusuk dari koridor istana langsung menerjang kulitnya.

Ruangan itu luas, sebuah kamar raksasa yang seolah membeku dalam waktu. Di tengah ruangan, terdapat puluhan manekin kayu dengan proporsi tubuh wanita. Setiap manekin mengenakan gaun pengantin berwarna merah yang identik—terlalu identik.

Nayra melangkah lebih dalam, jemarinya meraba sutra gaun pada manekin terdekat. Merah tua. Kain yang sama. Tekstur yang sama. 

"Demi Tuhan," gumamnya pelan. Ia beralih ke manekin di sebelahnya, lalu yang di sampingnya lagi. Setiap gaun itu memiliki satu kesamaan mengerikan: robekan pada posisi yang sama, tepat di bahu kiri—tempat di mana tanda iblis berada. Dan di setiap area robekan itu, terdapat noda kering berwarna kecokelatan. Darah.

"Jadi ini tempatnya," Nayra mencemooh diri sendiri. "Kuburan untuk para pengantin Kael Varyn sebelumnya."

Jantung Nayra berdegup kencang. Ia mulai membuka lemari-lemari yang tertata rapi di sudut ruangan, mencari petunjuk apa pun selain gaun-gaun mati ini. Di dalam salah satu laci, ia menemukan sebuah catatan kuno yang dijilid kulit hitam. Tangannya gemetar saat membalik halamannya yang menguning.

“Ritual ke-42. Wadah gagal menampung Esensi Hitam. Istri dibuang. Sang Iblis tetap haus.”

Tulisan itu kasar dan tajam, digoreskan oleh seseorang yang sepertinya sedang diburu waktu. Nayra membalik halaman berikutnya, matanya terbelalak membaca paragraf selanjutnya.

“Kutukan ini tidak akan pernah selesai selama jantung Iblis tidak memiliki detak manusia sebagai jangkar. Mereka bukan istri. Mereka adalah suku cadang. Spare parts yang dibungkus dengan ikatan suci.”

Nayra merasakan udara di dalam paru-parunya menipis. Ternyata benar kecurigaannya selama ini. Ia bukanlah pengantin, ia bukanlah pasangan. Ia adalah baterai cadangan. Ketika tubuh pengantin sebelumnya tidak bisa lagi menyalurkan energi atau menahan kutukan, tubuh itu akan dibuang—atau mungkin dikonsumsi. 

"Pantas saja dia sangat tenang saat aku minum racun," gumam Nayra dingin. "Aku adalah koleksi terbaru yang punya spesifikasi lebih kuat."

Ding!

System Warning: Ancaman Terdeteksi. Detak jantung Target (Kael Varyn) terdeteksi di radius 50 meter. Mengaktifkan Mode Stealth darurat.

Mata Nayra menyipit. 50 meter? Sial! Dia baru saja meninggalkan rapat para Tetua. Nayra buru-buru menutup buku itu dan menyisipkannya ke balik ikat pinggangnya, namun saat ia berbalik, kakinya tersangkut pada ujung karpet yang melipat. Sebuah benda jatuh dari dalam manekin—sebuah belati kecil yang terbuat dari tulang manusia.

CLANG!

Suara itu bergema sangat keras di ruangan sunyi ini. Nayra membeku. Aura dingin yang mencekik seketika memenuhi ruangan. Seseorang sudah berdiri tepat di belakangnya.

"Sangat jarang melihat tikus kecil mencoba mengintip di dapur koki, Nayra."

Itu suara Kael. Berat, datar, dan mengandung nada intimidasi yang membuat bulu kuduk Nayra meremang seketika. 

Nayra perlahan memutar tubuhnya. Kael Varyn berdiri di ambang pintu, auranya begitu pekat hingga cahaya dari lampu gantung di langit-langit seolah meredup, ketakutan akan keberadaan pria itu. Tangannya bersilang di dada, matanya yang sedingin es menatap lurus ke arah tumpukan gaun yang terbuka—bukti bahwa Nayra telah menemukan rahasia terlarangnya.

"Aku hanya... tersesat," jawab Nayra singkat. Dia berusaha terdengar tenang, meskipun kakinya sendiri hampir tidak mampu menopang bobot tubuhnya.

Kael berjalan mendekat. Langkahnya tidak bersuara, setiap detiknya seperti tikus jam yang menghitung detik-detik sebelum kematian. Dia berhenti hanya beberapa inci dari Nayra, menatap manekin gaun yang robek itu sebelum kembali menatap mata Nayra.

"Tersesat di sayap barat? Tempat yang dilarang bagi siapa pun kecuali saya?" Kael mengulurkan tangan, ujung jarinya menyentuh robekan di gaun yang dipakai Nayra. "Apakah kamu juga penasaran bagaimana robekan ini terjadi pada yang lainnya?"

Nayra memaksakan diri untuk tidak mundur. Dia menegakkan kepala, mencoba memenangkan perang mental ini. "Ternyata begitu cara kerjanya, Kael. Mereka bukan meninggal karena cemburu atau sakit hati, mereka meninggal karena kamu haus. Aku hanya pengantin nomor keberapa ini? Apakah mereka juga memberimu 'bonus poin' yang sama?"

Kael sedikit menyipitkan mata. Kilatan kemarahan sesaat terbersit di bola mata pria itu, namun segera menghilang digantikan oleh semburat penasaran yang ganjil. 

"Bonus poin?" Kael mengulangi kata itu dengan aksen yang asing. Dia mencengkeram dagu Nayra lagi, memaksanya menatap tepat ke arah manik matanya. "Siapa yang mengajarimu kata-kata itu? Atau itu adalah bagian dari apa pun yang merayap di dalam jiwamu?"

"Itu rahasia," Nayra balas menantang. "Seperti rahasiamu tentang bagaimana kamu membuang 'baterai-baterai' lamamu."

Kael terkekeh. Tawa itu kering, tanpa ada rasa geli sedikit pun di dalamnya. Dia menarik tangan dari dagu Nayra dan berjalan menuju manekin. Dengan satu ayunan pedang hitam yang tiba-tiba muncul di tangannya—dari entah mana—manekin-manekin gaun pengantin itu hancur berkeping-keping dalam sekejap.

Puing-puing kayu dan robekan gaun merah berserakan di lantai.

"Semuanya sudah tiada," Kael berbicara dingin, menatap reruntuhan gaun itu tanpa ekspresi. "Kamu tidak perlu mengkhawatirkan mereka, Nayra. Yang harus kamu khawatirkan adalah bagaimana cara tetap bernapas setelah fajar berakhir di siklus berikutnya."

Kael berbalik dan menatap Nayra dengan sorot yang kini tak bisa dibaca. Dia tampak terluka, sekaligus mematikan.

"Cukup jelajahi istana ini dengan kakimu. Jika kamu melangkah ke ruangan ini lagi tanpa seizinku, bukan robekan di bahu gaunmu yang akan kucari, melainkan detak di jantungmu."

Kael melangkah pergi melewati Nayra, namun berhenti sejenak saat tubuh mereka hampir bersenggolan.

"Oh, dan Nayra?" Kael memiringkan kepalanya sedikit. "Buku yang kamu simpan di pinggangmu itu... membacalah dengan hati-hati. Terkadang, kebenaran adalah racun yang bekerja lebih cepat daripada Belladonna."

Kael pergi, membiarkan pintu kamar terbanting menutup di belakangnya. Nayra tetap diam di sana selama beberapa menit, detak jantungnya berdegup gila-gilaan di balik tulang rusuknya. Ia menarik catatan kuno itu dari ikat pinggangnya. Buku itu masih terasa hangat, seolah Kael tahu persis apa yang ia ambil sejak tadi.

Dia tertipu. Dia dikendalikan. 

Tapi saat Nayra melihat tanda di bahunya—yang kini bersinar lebih terang daripada sebelumnya—dia sadar. Sistem tidak sedang menjebaknya ke arah kematian. Sistem sedang membawanya ke dalam pusaran kekuasaan.

"Jadi kau ingin aku mencari detak jantung yang cocok, Kael?" Nayra berbisik pada ruangan yang sunyi. "Baiklah. Mari kita lihat, siapa yang akan benar-benar kehilangan detak jantungnya duluan."

Nayra menyimpan buku itu kembali, mengatur napasnya agar kembali teratur. Dia tidak takut. Ketakutannya telah menguap bersama debu-debu manekin yang dihancurkan oleh Kael. 

Dia melangkah keluar dari ruangan itu dengan langkah yang jauh lebih tegas daripada saat dia masuk. Di balik lorong istana yang remang-remang, ia mulai mendengar suara bisikan-bisikan dari dinding istana. Suara-suara dari istri-istri pendahulunya yang tak bisa pergi. 

"Jangan takut," gumamnya, meskipun tidak jelas dia berbicara pada siapa. "Aku akan membebaskan kalian, setelah aku mendapatkan apa yang kuinginkan dari Iblis itu."

Malam itu, Sayap Barat terasa bukan lagi seperti penjara, melainkan tempat perburuan. Dan Nayra tidak lagi menjadi mangsanya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Istri Iblis Yang Salah Tubuh   18. Harga Dari Sebuah Kekuatan

    Darah menetes dari sudut bibir Nayra, menciptakan genangan merah yang kontras di atas lantai marmer aula yang hancur. Gadis itu tidak lagi memiliki energi untuk berdiri. Matanya sayu, napasnya memburu tak teratur, dan yang lebih menakutkan, aura kehidupan di dalam tubuhnya perlahan memudar layaknya cahaya lilin yang ditiup badai. Tindakan melepaskan jiwa para istri pendahulu Kael telah menuntut bayaran yang mengerikan: hidupnya sendiri sebagai wadah.Kael berlutut di sisinya, zirah hitamnya berserakan di sekitar karena retakan-retakan kecil setelah pertempuran. Wajahnya yang biasa sedingin es kini dilanda kepanikan yang nyaris gila. "Jangan, Nayra! Tetap jaga matamu terbuka! Aku perintahkan kau untuk tidak pergi!""Kael..." suara Nayra nyaris berupa bisikan. Jemarinya, yang kini pucat pasi, mencengkeram lengan Kael dengan lemah. "Para wanita itu... mereka... akhirnya bisa beristirahat. Kau... kau tidak harus... menanggung beban itu sendirian lagi...""Aku tidak

  • Istri Iblis Yang Salah Tubuh   17. Pengkhianatan Terbuka

    Alarm itu tidak melengking, melainkan bergetar lewat frekuensi rendah yang membuat udara di sekitar kastil pusat berdesing. Nayra dan Kael baru saja keluar dari portal dimensi ketika insting iblis mereka merespons ancaman yang nyata: Istana Utama bukan lagi milik mereka.Dari balik celah portal, pemandangan yang menyambut bukanlah gerbang yang terjaga setia, melainkan bendera hitam dengan simbol mata satu lambang terlarang yang selama ini disimpan di ruang arsip terdalam berkibar angkuh di puncak menara utama."Bagus," geram Kael. Tangannya mengerat pada gagang pedang. Urat-urat menonjol di pelipisnya. "Mereka bahkan tidak punya keberanian untuk menunggu kita pergi sebentar saja.""Bukan menunggu kita pergi," Nayra menimpali, matanya memindai seluruh perimeter kastil. Ia melihat sekelompok pengawal yang biasanya mengenakan seragam emas-hitam khas Kael kini telah berganti armor yang berat dan kasar. "Zarek memprovokasi kudeta ini sebelum dia mati. Para tetua sudah menunggu momen saat k

  • Istri Iblis Yang Salah Tubuh   16. Rahasia Ruang Terlarang

    Gerbang dimensi Negeri Awan menutup dengan dentum yang sunyi, meninggalkan kekacauan dan aroma ozon yang menyesakkan di ruang jamuan. Nayra dan Kael tidak kembali ke pondok pengasingan mereka. Alih-alih demikian, Kael meluncurkan teleportasi pendek yang membawa mereka menembus dinding tebal Istana Langit, tepat menuju titik buta para penjaga: Perpustakaan Terlarang yakni pusat data dari segala sejarah yang telah dihapus oleh para dewa.Cahaya biru redup dari deretan rak kristal yang melayang di udara menyambut mereka. Di sini, ribuan gulungan catatan kuno tidak tersimpan di kertas, melainkan dalam bentuk sirkuit cahaya yang membelit satu sama lain membentuk artefak data. Nayra merasakan bahunya panas kembali; segel iblisnya bereaksi dengan database ini seolah keduanya adalah pasangan kunci dan gembok yang telah lama terpisah."Jadi ini tempatnya," gumam Nayra, jemarinya menyapu udara di depan rak, melihat simbol-simbol aneh yang tampak persis seperti deretan kode s

  • Istri Iblis Yang Salah Tubuh   15. Perjamuan di Negri Orang

    Gerbang Istana Awan yang terbuat dari gading langit dan emas cair terbuka lebar, mengeluarkan aura sakral yang membuat siapa pun dengan energi iblis merasa tercekik. Namun, Kael Varyn melangkah masuk seolah-olah ia sedang memasuki aula istananya sendiri. Tangannya yang mengenakan sarung tangan kulit hitam kokoh tidak melepaskan pinggang Nayra sedetik pun.Di samping Kael, Nayra tampil berbeda. Gaun pengantin merah yang robek itu sudah lama diganti dengan gaun sutra berwarna hitam malam, disulam dengan benang emas berbentuk pola-pola tanda iblis yang rumit. Di bahu kirinya, segel itu berdenyut samar, memancarkan aura intimidasi yang membuat para dewa muda penjaga pintu terpaksa menunduk atau mungkin lebih tepatnya, karena mereka terlalu takut untuk menatap langsung ke arahnya."Perjamuan ini jelas bukan tentang perdamaian, Kael," bisik Nayra, matanya menyapu ribuan wajah dari berbagai faksi yang kini tertuju pada mereka. "Ini adalah ruang tunggu eksekusi dengan dekorasi mewah."Kael te

  • Istri Iblis Yang Salah Tubuh   14. Kebangkitan Sang Penguasa

    Langit di puncak Gunung Obsidian belum sepenuhnya bersih dari sisa-sisa awan hitam badai, tetapi aura di sekitar Kael Varyn dan Nayra berubah drastis. Energi Nayra, yang merupakan fusi murni antara sistem, darah iblis, dan esensi jiwa yang ia bagi dengan Kael, bergejolak layaknya lautan yang dihantam topan.Satu getaran hebat mengguncang tubuh Nayra saat tanda iblis di bahu kirinya tiba-tiba bersinar keemasan, lebih terang daripada kobaran api iblis mana pun. Energi itu menjalar seperti petir yang menemukan saluran terbaik, langsung masuk ke jantung Kael Varyn.System Alert: Energy Overflow! Evolutionary Process Triggered.Kael jatuh berlutut, napasnya memburu. Namun, ini bukan karena kesakitan seperti sebelumnya. Otot-ototnya memadat, urat nadi di lengannya menonjol, dan hawa dingin yang keluar dari tubuhnya berubah menjadi tekanan yang membuat tanah di bawah kaki mereka retak hebat. Sang Demon Lord sedang mengalami transformasi. Bukan lagi sebagai raja iblis yang terjebak oleh kutuk

  • Istri Iblis Yang Salah Tubuh   13. Luka yang Terbagi

    Hujan badai menghantam dinding gua terpencil di lereng Pegunungan Obsidian. Petir menyambar, membiaskan cahaya biru dingin yang memperlihatkan gurat kesakitan di wajah Nayra. Tubuhnya yang terbungkus gaun pengantin compang-camping bersandar di dinding batu yang kasar, berlumuran darah yang bukan miliknya, namun rasa perihnya menghunjam tepat di sumsum tulang Nayra seolah tubuhnya sendiri yang dikuliti.Di hadapannya, Kael Varyn sedang berjuang dengan sisi iblisnya. Pria itu menekan dadanya, di mana luka sayatan akibat artefak suci masih berasap, memancarkan bau terbakar yang busuk. Cahaya putih suci itu adalah racun bagi iblis, dan bagi Kael, itu adalah siksaan abadi yang tak kunjung sembuh."Berhenti menahan napasmu, Kael! Kalau kamu terus melawan, luka itu akan membusuk hingga ke tulang belakangmu!" Nayra berteriak, suaranya parau. Ia menyeret tubuhnya mendekat, memaksakan tangan yang gemetar untuk menyentuh permukaan luka Kael."Jangan menyentuhnya!" Kael menggeram. Matanya yang me

  • Istri Iblis Yang Salah Tubuh   02. Suara di Dalam Kepala

    Pintu batu itu tertutup rapat, menyisakan Nayra dalam keheningan yang menyesakkan di dalam kamar pengantin yang lebih mirip ruang penyiksaan mewah. Langit-langitnya tinggi, dihiasi ukiran makhluk mitologi yang tampak seolah sedang menatapnya dengan penuh kebencian. Nayra terhuyung ke arah tempat ti

  • Istri Iblis Yang Salah Tubuh   01. Ujung Pedang di Malam Pengantin

    Cahaya obor yang menari-nari di dinding batu altar membiaskan bayangan yang panjang dan menakutkan. Aroma dupa yang menusuk hidung, bercampur dengan bau besi berkarat, membuat Nayra terbatuk kecil saat kesadarannya menghantam secara paksa. Kepalanya terasa seperti dibelah dua. Kenangan-kenangan as

  • Istri Iblis Yang Salah Tubuh   07. Jamuan Para Tetua

    Aula Perjamuan Darah merupakan sebuah ruangan dengan atap setinggi sepuluh meter yang diterangi ribuan lilin sumbu hitam yang dipenuhi oleh hawa yang menyesakkan. Bau kemenyan kuno bercampur dengan aura arogansi para bangsawan iblis. Di ujung meja panjang, Kael Varyn duduk seperti raja singa yang b

  • Istri Iblis Yang Salah Tubuh   06. Sentuhan yang Menyembuhkan

    Nayra terjatuh di koridor marmer istana sebelum sempat mencapai kamarnya. Racun Shadow Wolf tadi bukan sekadar cakaran fisik; itu adalah infeksi magis yang menyusup ke aliran darahnya, membakar saraf dari dalam. Pandangannya menggelap, napasnya terasa seperti tarikan debu yang menimbun dada.Sistem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status