“Hm… jangan… jangan….”Dalam hati aku memaki diriku sendiri begitu genit. Aku merapatkan paha, lalu dengan sekuat tenaga menggunakan pantatku untuk mendorong pria di belakangku itu menjauh.Namun, seluruh tubuhku mendadak lemas, tak lagi punya kekuatan untuk menahan beban. Aku tersungkur di atas matras yoga sambil terengah-engah.“Kak, kamu kenapa?”Kevin berjongkok, kedua tangannya langsung terulur ke pantatku, meremas dan memainkan daging empuk itu layaknya sedang menguleni adonan.Aku segera menahan tangannya dan bertanya dengan suara gemetar, “Kevin, apain… apain kamu meremas pantatku….”“Kak, aku lihat kamu kecapekan, jadi mau bantu memijatmu.”Sejujurnya, pantat adalah bagian tubuh yang paling kubanggakan. Bagian itu putih, montok, lembut dan kenyal. Apalagi posisi dari belakang, bentuk bokongnya yang montok dan berisi adalah posisi yang paling disukai suamiku.Dulu, setiap kali kami berhubungan, dia pasti akan meremas dan menepuknya dengan sangat bergairah.Namun kali ini, pemil
Baca selengkapnya