Terhitung sudah tiga hari Meghan disekap di dalam istana asing ini. Selama itu pula, Petter terus mengawasinya seperti seekor elang yang mengintai mangsa, mencoba menguliti setiap rahasia yang disembunyikan oleh wanita berwajah tenang di hadapannya. Hingga sore itu, ketika Meghan sedang dipaksa duduk di sudut ruangan, gerakan rambutnya yang tersibak tanpa sengaja menyingkap kulit di balik lehernya.Mata Petter langsung terpaku pada guratan tinta hitam di sana. Sontak, rahang pria itu mengeras, menyadari arti dari simbol kasar yang terlukis di tengkuk sang tawanan."Kau bukan seorang Ratu," desis Petter, langkah kakinya mendekat dengan aura intimidasi yang pekat.Meghan tidak berkedip. Ia hanya menatap Petter dengan pandangan sangsi dan bibir yang mengulas senyum tipis, seolah kebingungan pria itu adalah hiburan baginya."Kapan aku mengaku sebagai Ratu?" tanya Meghan balik."Selir rendahan," maki Petter, setengah menahan amarah yang mendadak meluap ke dada. Rasa tertipu membuat
Read more