Begitu mobil mewah itu memasuki lobi khusus rumah sakit, beberapa petugas medis dan seorang pria paruh baya berjas dokter yang merupakan direktur rumah sakit sudah berdiri menyambut mereka. Tom bergegas turun dan membukakan pintu belakang dengan gerakan formal, mencoba bersikap seprofesional mungkin demi menutupi rasa waswasnya sendiri. "Kita sudah sampai, Nona Claudia." Claudia melangkah turun dengan lutut yang terasa lemas. Bram langsung menghampiri direktur rumah sakit tersebut, menjabat tangannya dengan formal. "Selamat pagi, Dokter Wijaya. Saya Bram, asisten Tuan Javendra. Ini Nona Claudia, calon istri Tuan Javendra yang kemarin sudah dijadwalkan untuk tes kesehatan menyeluruh," jelas Bram. Dokter Wijaya tersenyum ramah dan mengangguk hormat. "Selamat pagi, Pak Bram. Mari, silakan masuk. Kami sudah mengosongkan lantai khusus untuk pemeriksaan Nona Claudia agar privasi tetap terjaga, sesuai dengan permintaan Tuan Javendra semalam." Claudia menatap lorong rumah sakit yang
Baca selengkapnya