Livia Montesinos melangkah masuk ke dalam apartemen mewah yang selama tiga tahun ini ia sebut sebagai rumah. Hatinya yang semula berdebar karena ingin menyampaikan kabar baik mengenai saham yang akan ia berikan pada suaminya, perlahan berubah menjadi dingin seketika saat suara tawa terdengar dari balik pintu kamar utama. “Ah, Tiago. Hentikan, aku geli.” Suara itu milik Iris Montesinos, kakak tirinya yang selama ini ia anggap keluarga. “Kemari kan bibirmu sayang, aku ingin menciumnya lagi.” Santiago Torres, pria yang akan ia cintai seumur hidup. “Tiago, hentikan. Nanti aku semakin suka belaianmu, aah…” desah Iris dari balik pintu begitu mengganggu. Jantung Livia semakin tidak karuan. “Ada apa di dalam? Apa aku tidak salah dengar?” gumamnya. “Kapan kau akan mendapatkan saham Livia? Aku menginginkannya.” Iris berkata dengan cukup lantang dari dalam. “Sabar, Sayang. Aku hampir berhasil membujuknya kemarin, entah siapa yang mempengaruhinya untuk membatalkan!” umpat Santiago.
Last Updated : 2026-05-04 Read more