Beberapa saat kemudian, mereka tiba di Virelune, sebuah bangunan bergaya Eropa.Meira langsung membuka pintu ruang kerja Rafael di lantai dua tanpa mengetuk. Wanita itu berjalan ke arah sofa di sudut ruangan dan menghempaskan tubuhnya di sana.Rafael yang sedang mengecek tumpukan kertas pesanan di meja kerjanya langsung mengangkat kepala."Lucien," sapa Rafael. Pria berseragam koki itu menaruh pensilnya di atas meja. "Dan, Meira?""Dia sedang tidak mau jauh-jauh dariku hari ini." Lucien menjawab tatapan bingung Rafael.Meira mendelik dari sofa.Rafael tertawa kecil melihat interaksi mereka. "Oke. Jadi, bagaimana soal dapur?""Aku butuh sewa seluruh area dapurmu untuk minggu depan.""Seluruhnya? Tidak bisa, Lucien. Pesananku sedang padat minggu ini," tolak Rafael."Aku akan bayar tiga kali lipat dari pendapatan harianmu.""Tapi aku punya pelanggan yang akan mengamuk jika tidak dilayani.""Aku akan berikan kompensasi untuk semua pelangganmu," tawar Lucien tanpa ragu.Rafael menggeleng.
Huling Na-update : 2026-09-09 Magbasa pa