"Ya biasa saja," jawab Meira enteng, sedikit memundurkan kepalanya karena Alice terlalu dekat. "Teman jalan, teman diskusi, teman makan malam. Tidak ada komitmen, tidak ada perasaan. Kalau sudah tidak tertarik, ya selesai."Alice menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan dan mengerang panjang."Luar biasa," gumamnya dari balik tangan. Ia mengusap wajahnya kasar, lalu menatap Meira dengan ekspresi takjub yang bercampur horor."Jadi biar aku perjelas. Situasi saat ini adalah pertarungan antara Lucien Moreau, seorang playboy kelas kakap dengan pengalaman cinta yang tak terbatas, melawan Meira Antasya, seorang wanita jenius yang pengalaman cintanya... nol besar?"Meira mengerucutkan bibir. "Jangan meremehkanku.""Aku tidak meremehkanmu, Mei! Aku baru saja menemukan jawaban kenapa kalian berdua begitu berantakan!" Alice tertawa tak percaya.Sebelum Alice bisa melanjutkan celotehnya, ponsel Meira bergetar terus-menerus di dalam tas.
Huling Na-update : 2026-07-28 Magbasa pa