Henry tidak menjawab. Ia berjalan lagi ke jendela, menatap langit ungu yang mulai gelap. Di luar, dua pengawal berjaga di depan pintu. Di dalam, hanya ada suara perapian dan pertanyaan yang belum punya jawaban.Rosemary menatap api. Pikirannya berputar, mencoba menyusun potongan-potongan informasi yang tidak cocok. “Kalau Ashworth ingin menghentikan penyelidikan, dia bisa menghancurkan arsip itu. Dia bisa membakar semuanya. Tapi dia tidak melakukannya.”“Karena arsip bisa diganti. Saksi bisa ditemukan lagi. Bukti bisa dicari lagi.” Henry berjalan mendekat. “Tapi kau tidak.”“Apa maksudmu?”“Kau adalah orang yang memulai semua ini.” Henry duduk di kursi di seberangnya. “Ashworth bisa menghancurkan semua bukti yang ada sekarang, tapi kalau kau masih hidup dan masih mencari akan selalu ada kemungkinan kau menemukan sesuatu lagi. Dia tidak akan pernah selesai. Selama kau masih bergerak, ini tidak akan pernah selesai baginya.”Rosemary memproses itu. “Jadi dia ingin aku berhenti.”“Mungkin
Read more