WUUUSHHH! BLAAAAAARRR!Sensasi ditarik dengan kecepatan cahaya melintasi pusaran ruang dan waktu membuat perut Vania seolah diaduk-aduk. Tubuhnya terasa ditarik ke jutaan arah yang berbeda.Begitu kilatan cahaya emas yang membutakan itu mereda, kakinya kembali berpijak pada sesuatu yang sangat keras dan dingin.Angin segar yang membawa aroma magis bunga teratai langsung menyapu wajahnya, membersihkan paru-parunya dari sisa polusi dan bau kaporit.Vania membuka kelopak matanya lebar-lebar. Ia tidak lagi berada di apartemen tiga puluh meter perseginya yang berantakan, apalagi di rumah sakit.Ia berdiri tegak di tengah-tengah aula kristal raksasa yang memancarkan pendaran galaksi. Mimbar tinggi dengan enam singgasana raksasa bertahtakan es, karang, magma, giok, dan kristal matahari menjulang anggun di hadapannya.Mereka kembali. Kembali ke jantung Elysium Court."Apa... bagaimana bisa?" Vania terengah-engah.Ia menunduk dan terkesiap melihat pakaian pasien rumah sakit tipis yang tadi di
Ler mais