Kubah air Aegir masih membentang di atas altar es. Pagi sudah benar-benar datang, tetapi udara di dalam ruang ritual itu tetap dingin.Gargantua sedang berada di luar bersama Luna. Di dalam hanya ada Vania, Lycan, Zephyr, dan Aegir.Vania sudah bisa duduk tegak sekarang, meski tubuhnya masih lemah. Pandangannya berpindah dari satu wajah ke wajah lain. Kali ini ia tidak ingin menerima potongan jawaban. Ia ingin semuanya jelas."Aku mau tanya. Dan kali ini jangan ada yang mengalihkan pembicaraan."Zephyr menyandarkan bahu ke pilar es. "Nada itu biasanya pertanda buruk.""Kalau kau sudah tahu, diamlah dulu," balas Vania.Aegir tersenyum tipis. "Tanyakan saja, Sayang."Vania menarik napas. "Kalian semua bertemu dengan gadis yang membawa jiwa yang sama denganku di waktu yang berbeda-beda, benar?""Benar," jawab Aegir."Bukan hanya Lycan yang ditolong seorang gadis kecil di salju," lanjut Vania. "Zephyr dan kau juga bertemu dengan wanita berbeda di kehidupan lain.""Ya," kata Zephyr singkat
Read more