"TUTUP MATAMU!"Jeritan melengking Aegir memecah ketegangan. Duyung itu melompat maju, menutupi mata Gargantua dengan kedua tangannya secara brutal. "Anak kecil tidak boleh melihat pemandangan kotor ini! Matamu bisa ternoda!"Gargantua memberontak. "Gargan mau lihat! Kakak mau dimakan anjing!""Dia tidak dimakan! Dia sedang merusak moral kita semua!" pekik Aegir panik.Tiba-tiba, tubuh besar Gargantua menegang. Otot-ototnya berkedut aneh. Aegir tersentak mundur saat aura kekanak-kanakan chimera itu sirna dalam sekejap, digantikan oleh tekanan energi purba yang menyesakkan dada.Gargantua menepis tangan Aegir dengan kasar. Saat ia membuka mata, tatapan polos itu telah lenyap, digantikan oleh sorot mata merah darah yang tajam, dingin, dan penuh perhitungan.Kepribadian kedua Gargantua, sang Tiran Kuno, telah mengambil alih."Singkirkan tangan kotormu dari wajahku, Ikan," geram Gargantua dengan suara bariton yang berat dan mengancam. Sorot mata Chimera itu beralih menatap Vania dan Lyc
Read more