Ruang meditasi itu terasa sesak. Long Tian duduk bersila di atas lantai batu, namun pikirannya mengembara jauh melampaui tembok-tembok markas. Racun kutukan yang merambat di lengan kirinya telah berhasil ia tekan sementara waktu, namun bayangan wajah Bai Lian terus menghantui ingatannya. Pertemuan singkat itu, meskipun hanya melalui penglihatan kilat, telah meruntuhkan pertahanan emosional yang selama ini ia bangun dengan susah payah.Ia kini sadar, ia tidak sedang menghadapi satu musuh besar yang terorganisir, melainkan dua kekuatan yang bergerak secara independen namun memiliki target yang sama: kehancurannya. Di satu sisi, Ras Iblis Tanah yang beringas terus menekan wilayah pinggiran dengan strategi gerilya yang kian terasah. Di sisi lain, jaringan misterius yang berafiliasi dengan Su Yan mulai bergerak dari balik tirai, menggunakan intrik, pencurian artefak, dan manipulasi informasi untuk mencabik-cabik pondasi aliansinya dari dalam.
Read more