Malam di Kota Pusaka Sembilan Surga tidak membawa ketenangan bagi Long Tian. Di dalam kamar yang lembap, ia duduk bersila, mencoba menekan gejolak energi di lengan kanannya. Kutukan Bumi Hitam tampak semakin gelisah, bereaksi terhadap kepadatan energi spiritual kota yang begitu murni. Di depannya, Qin Rou tampak gelisah, bayangan tentang kekuatan yang baru saja ia lepaskan di gerbang kota masih menghantuinya.Tiba-tiba, suara ketukan halus terdengar di pintu kayu yang lapuk. Tidak ada aura permusuhan, hanya getaran samar yang terasa akrab dengan sejarah masa lalu. Long Tian memberi isyarat agar Shen Luo tetap waspada di sudut ruangan, sementara ia sendiri melangkah menuju pintu. Saat dibuka, pria tua bungkuk dari lantai bawah berdiri di sana, namun kali ini sosoknya tampak sedikit berbeda tegapnya lebih terlihat, dan matanya tidak lagi layu."Nyonya membutuhkan teh herbal ini untuk menenangkan aliran darahnya," ujar pria itu. Suaranya kini lebih jernih, tanpa kesan tua yang dibuat-bua
Baca selengkapnya