Getaran dari ucapan "Cukup" yang dilontarkan Long Tian bukan sekadar riak suara, melainkan manifes dari otoritas jiwa yang telah mengarungi ribuan tahun peperangan dewa. Di tengah lapangan tambang yang hening, udara terasa memadat, membuat setiap orang dari budak paling rendah hingga pengawal elit Keluarga Wang merasakan sesak yang mencengkeram dada.Wang Zhuo, yang beberapa detik lalu berdiri dengan sombong, kini gemetar hebat. Ia mencoba mengangkat pedang surgawinya, namun tangannya terasa seberat gunung. Ia menatap Long Tian, berusaha mencari tanda-tanda kelemahan atau kebohongan, namun yang ia temukan hanyalah kehampaan yang menakutkan, seperti menatap jurang yang tak berdasar."Kau..." suara Wang Zhuo parau, kehilangan kesombongan yang ia banggakan tadi. "Siapa kau sebenarnya?"Long Tian tidak menjawab. Ia perlahan melangkah maju, melewati para penjaga yang kini mematung karena tekanan kesadaran yang ia lepaskan. Langkahnya ringan, namun setiap ketukan sepa
Read more