Suasana di Tambang Surgawi malam itu tidak seperti biasanya. Biasanya, suara dentuman linggis yang menghantam batu kristal energi mendominasi pendengaran, diselingi derap langkah cambuk para penjaga Keluarga Wang. Namun, kali ini, keheningan yang menyesakkan menggantung di udara. Di balik dinding batu yang lembap dan beracun, ribuan budak berkumpul dalam koordinasi yang sunyi. Mereka tidak membawa senjata tajam, hanya potongan besi tambang yang telah diasah secara kasar, namun mata mereka memancarkan cahaya pemberontakan yang telah lama padam.Long Tian berdiri di puncak gundukan sisa galian, mengamati formasi barisan budak di bawahnya. Tubuhnya masih terasa berat akibat tekanan hukum alam di dunia atas ini, dan denyut kutukan di tangan kanannya sesekali mengirimkan gelombang rasa sakit yang tajam. Namun, ia tidak membiarkan kelemahannya terlihat. Di sampingnya, Shen Luo memegang erat gagang pedangnya, napasnya teratur, siap menerjemahkan setiap instruks
Read More