Pagi itu, udara di Kota Pusaka Sembilan Surga terasa seperti diselimuti oleh kabut es. Paviliun Alkimia Abadi, sebuah struktur yang melengkung ke langit seperti naga yang siap terbang, memancarkan aroma herbal yang begitu pekat hingga mampu membuat kultivator tingkat rendah merasa pening. Berbeda dengan Menara Alkimia di Benua Tengah yang pernah dikuasai Long Tian dulu, paviliun ini memiliki tatanan energi yang jauh lebih kompleks.Setiap lantai paviliun dipisahkan oleh segel hukum alam. Di tingkat bawah, tempat para peserta ujian kelas terendah berkumpul, suhu ruangan dijaga agar tetap dingin oleh formasi array beku, dirancang untuk menguji ketahanan fokus mental para alkemis saat meracik bahan. Long Tian melangkah masuk ke aula besar, mengamati sekeliling. Di sini, ribuan peserta saling sikut, memamerkan kuali mereka yang terbuat dari material tingkat tinggi.Long Tian hanya membawa sebuah kuali tembaga tua yang kusam barang yang ia dapatkan dari pasar loak pinggiran kota. Di mata p
Baca selengkapnya