"Juki!" Nadine memekik lirih. Ia sangat khawatir jika rasa sakit itu benar-benar terulang lagi. "Ssssttt, tenang Tante. Tante tidak perlu terlalu tegang. Santai saja, saya akan mencoba membuat Tante senyaman mungkin," kata Juki sambil membuka kaki Nadine lebar-lebar. Tapi Nadine masih merasa sangat risih, lebih-lebih saat jari jemari Juki mulai bergerak-gerak di sana. Menekan area super sensitif milik wanita itu. "Ahhhh, Juki! Jangan!" pekik Nadine lagi. Ia berusaha untuk merapatkan kedua kakinya tapi Juki segera menahannya. "Tidak apa-apa, Tante. Ini tidak seperti yang Tante kira. Ah, sepertinya Tante mulai basah!" kata Juki ketika ia merasakan sesuatu yang menghangat keluar dari inti tubuh Nadine. Nadine membulatkan matanya, kedua tangannya masih teguh mencengkeram erat seprei itu. Baru kali ini ia merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya. Rasanya campur aduk, enak, geli dan perih menjadi satu. "Rasanya, kok rasanya kayak gini. Perasaan dulu nggak gini rasanya. Ahhhh, geli ba
Last Updated : 2026-05-13 Read more