Nyonya Ratih tidak puas dengan bertanya sekali. Wanita itu kembali menyelidik. Wanita itu selalu saja mencari-cari kesalahan Jasmine. "Oh, ya? Ngga biasanya kamu gini!" kata Nyonya Ratih yang langsung dipotong oleh Mario. "Udahlah Oma. Ngapain juga mempermasalahkan rambut Jasmine. Terserah dia mau keramas kek, mau digerai kek. Biarin saja lah. Rambut, rambut dia. Rambutku juga basah, aku juga keramas. Kenapa Oma nggak tanya aku kenapa keramas? Ya pasti aku jawabnya juga sama, karena rambutnya kotor. udah gitu aja simpel kan nggak usah tanya berlebihan deh!" sahut Mario panjang lebar memberikan penjelasan kepada sang Oma. "Mario! Oma cuma tanya apa salahnya?" sahut Nyonya Ratih. "Ya jelas salah dong, Oma. Oma nanyanya kayak Jasmine habis ngapain aja!" Mario selalu membela adiknya. Jasmine sendiri mulai khawatir. Ia melihat mata Nyonya Ratih mulai berkaca-kaca. Sepertinya wanita itu bersedih karena dimarahi oleh cucu kesayangannya. "Cukup, Kak! Jangan bikin Oma sedih deh! Aku nggak
Baca selengkapnya