Kedua mata Julian melotot sempurna, rambutnya dijambak tiba-tiba oleh istrinya. Nadine sendiri tak sadar telah menjambak rabut sang suami, IA spontan melakukannya karena reflek perutnya yang semakin sakit."Aduh, rambutku mau jebol! Sayang lepasin rambutku, bisa-bisa suamimu botak kalau kamu gituin!" rintih Julian sambil memegangi tangan istrinya."Perutku sakit banget, Mas!" jawab Nadine yang akhirnya mau melepaskan rambut suaminya. Lalu ia memegangi perutnya sambil mengatur napas.Julian segera membantu istrinya. Ia panik sekaligus senang. Ia bingung harus apa dulu."Ayo duduk dulu, aku akan membawamu ke rumah sakit. Kamu tunggu di sini sebentar, aku mau panggil Carlota dan Mama!" pamit Julian sebelu pria itu keluar dari kamar.Nadine mengangguk. Ia berusaha untuk bersabar menunggu meskipun rasanya ia ingin sekali mengejan. Kontraksi rahimnya semakin kuat dan rasanya si jabang bayi sudah tak sabar keluar."Ya Tuhan, sabar dikit, Nak! Jangan keluar dulu. Tunggu papamu nganterin kita
Read more