Melihatku benar-benar sampai memukul orang, ayah mertuaku semakin murka. "Waktu itu aku benar-benar buta sampai mau menikahkan Emma denganmu!"Setelah dibantu berdiri oleh ibu Emma, Frandy berkata dengan wajah penuh keluhan, "Om, Tante, jangan salahkan Kak Jacob. Semua ini salahku.""Aku nggak seharusnya ikut menyela dengan emosi di saat seperti ini dan buat Kak Jacob marah. Dia juga pasti merasa nggak enak hati, makanya jadi seperti ini. Kak Emma baru saja melahirkan, jangan sampai kalian semua bertengkar gara-gara aku."Melihat Frandy seperti itu, hati Emma semakin tidak nyaman. Dia pun menghiburnya, "Frandy, ini bukan salahmu. Jacob ...."Belum selesai berbicara, dia kembali terisak-isak. Setelah beberapa saat, dia akhirnya bisa menenangkan diri."Jangan dimasukkan ke hati, mungkin belakangan ini suasana hati dia memang lagi buruk." Setelah menenangkan Frandy, Emma menoleh kepadaku. Tatapannya tampak sedikit memelas."Jacob, sekarang kita sudah punya anak. Dia begitu lucu, jadi kena
Read more