Arischa terbangun dengan perasaan segar, meskipun ia tahu suasana di luar kamarnya sedang tidak baik-baik saja. Setelah penolakannya terhadap Adrian semalam, ia mengira pria itu akan meledak marah. Namun, yang ia temukan di depan pintunya pagi ini bukanlah surat cerai, melainkan sebuah buket bunga mawar putih besar dengan kartu ucapan bertuliskan: "Mari bicara saat kamu tidak lelah. - A".Arischa hanya menatap bunga itu seolah-olah itu adalah tumpukan sampah mahal. Ia tidak mengambilnya, melainkan melangkahi buket itu dan berjalan menuju dapur. Baginya, bunga adalah upaya klasik pria yang tidak tahu cara berkomunikasi."Bi, buang bunga di depan pintu saya. Baunya membuat saya bersin," ucap Arischa santai saat melihat kepala pelayan di koridor.Pelayan itu terbelalak. "T-tapi Nyonya, itu dari Tuan Besar...""Saya tahu. Makanya saya suruh buang. Kalau dia tanya, bilang saja saya lebih suka saham daripada tumbuhan mati," balas Arischa sambil terus melangkah.Di ruang makan, Elian sedang
Last Updated : 2026-05-12 Read more