MasukEvelyn tiba-tiba terbangun sebagai Arischa Maheswari—istri konglomerat dingin dan ibu antagonis yang dibenci seluruh keluarganya. Di novel original, Arischa akan berakhir tragis setelah menghancurkan hidup anak-anaknya sendiri. Namun Evelyn malas mengikuti alur itu. Ia tidak berniat menjadi ibu penyayang, tidak ingin memperbaiki hubungan keluarga, dan sama sekali tidak tertarik pada drama rumah tangga kaya raya itu. Selama rekeningnya aman dan hidupnya nyaman, semuanya sudah cukup. Masalahnya… semakin Arischa bersikap dingin dan tidak peduli, suami serta anak-anaknya justru mulai terobsesi padanya. Dan untuk pertama kalinya, keluarga Maheswari mulai takut kehilangan wanita yang selama ini mereka abaikan. Karena ternyata… cara paling berbahaya untuk menaklukkan keluarga itu bukan dengan cinta. Melainkan dengan berhenti peduli sama sekali..
Lihat lebih banyakRestoran yang dipilih Xavier berada di lantai teratas sebuah gedung pencakar langit di kawasan SCBD. Tempatnya privat, dengan pencahayaan temaram dan dinding kaca raksasa yang menyajikan pemandangan lanskap lampu kota Jakarta yang berkilauan. Tidak ada musik yang berisik, hanya alunan piano klasik yang mengalun lembut di latar belakang.Elian, yang langsung menyusul dari tempat lesnya, duduk di sebelah Arischa dengan wajah bersemangat."Ma, tahu tidak? Tadi di sekolah, teman-temanku heboh membicarakan berita Arts District tahap dua. Mereka tanya apa mereka bisa dapat tiket gratis kalau berkunjung."Arischa memotong steaknya dengan tenang. "Katakan pada teman-temanmu, tidak ada yang gratis di dunia ini, Elian. Tapi kalau mereka mau membantu mengecat instalasi luar ruangan akhir pekan ini, saya bisa pertimbangkan memberi mereka kartu akses masuk gratis selama sebulan."Xavier tertawa kecil sambil menyesap minumannya. "Mama benar-benar memanfaatkan tenaga kerja remaja gratisan. Bisnis ya
Hendra tidak bodoh. Begitu kakinya melangkah keluar dari area Arts District, ia langsung tahu bahwa posisinya terancam. Wanita yang dulu bisa ia setir dengan iming-iming nominal harta, sekarang menjelma menjadi sosok jenderal yang tahu semua kartu as di tangannya. Namun, keserakahan membuatnya nekat. Sore itu juga, Hendra mendatangi kantor pusat Maheswari Group, berniat menemui Adrian sebelum Arischa sempat bicara.Ia masuk ke ruang kerja Adrian dengan napas yang diatur seprofesional mungkin. Di dalam ruangan, ternyata tidak hanya ada Adrian, tapi juga Julian yang sedang meninjau laporan audit tahunan."Adrian, Xavier. Maaf mengganggu waktu kalian," Hendra meletakkan tas kerja kulitnya di atas meja marmer. "Ada hal krusial mengenai restrukturisasi aset perwalian mendiang Ayah yang harus kita bahas segera. Ini menyangkut pergerakan... mencurigakan dari beberapa aset yang belakangan dialihkan ke galeri seni."Hendra mencoba melempar umpan lambung, berharap insting protektif Adrian terha
Pukul sembilan lewat dua puluh delapan malam. Dua menit sebelum tenggat waktu yang diberikan Arischa berakhir, suara decitan ban mobil sport Xavier terdengar memekik di halaman depan rumah Maheswari. Xavier dan Leo keluar dari mobil dengan napas yang agak memburu, setengah berlari melintasi pintu utama yang untungnya masih terbuka lebar. Di ruang tengah, Arischa sedang duduk santai di sofa kulitnya sambil membaca majalah arsitektur internasional, ditemani Adrian yang sedang menyesap teh di sampingnya. "Dua puluh delapan menit. Skor yang bagus untuk ukuran kemacetan Jakarta setelah hujan," ucap Arischa tanpa mengalihkan pandangan dari majalahnya. "Sana ganti baju, lalu ke meja makan. Supnya sudah hampir dingin." Xavier mengembuskan napas lega yang panjang, sementara Leo langsung tersenyum lebar. "Siap, Ma." Setelah kedua anak laki-laki itu naik ke lantai atas, Adrian meletakkan cangkir tehnya dan menatap Arischa sambil menggelengkan kepala, kagum sekaligus geli. "Kamu benar-benar
Bagi seorang Xavier Maheswari, hidup ini selalu tentang kalkulasi. Sejak kecil, ia diajar oleh ayahnya bahwa setiap tindakan harus menghasilkan keuntungan, dan setiap emosi adalah kelemahan yang bisa dieksploitasi lawan. Baginya, sang ibu—Arischa yang dulu—adalah contoh nyata dari sebuah investasi yang gagal: emosional, menuntut, dan selalu histeris.Namun malam ini, saat Xavier duduk di ruang kerjanya yang baru di lantai atas kantor pusat Maheswari Group, ia mendapati dirinya menatap sebuah kontrak kerja sama luar negeri bukan dengan rumus matematika, melainkan dengan logika yang ia pelajari dari ibunya yang "baru".“Kalau mereka tidak mau menghargai tokomu, tutup saja. Masih banyak pasar lain yang butuh barangmu.”Kata-kata Arischa saat Xavier mengeluh tentang negosiasi yang alot minggu lalu mendadak terngiang di kepalanya.Xavier tersenyum miring. Ia mengambil pulpennya dan langsung mencoret tiga poin tuntutan dari pihak investor asing yang dirasa terlalu mendikte. Dua tahun lalu,
Arischa pulang saat matahari sudah hampir tenggelam, menyisakan semburat oranye di cakrawala Jakarta yang penuh polusi. Ia melangkah masuk ke dalam mansion dengan santai, hanya membawa satu tas belanja kecil berisi beberapa buku dan sebuah lilin aromaterapi. Tidak ada deretan pelayan yang mengang
Arischa terbangun dengan perasaan segar, meskipun ia tahu suasana di luar kamarnya sedang tidak baik-baik saja. Setelah penolakannya terhadap Adrian semalam, ia mengira pria itu akan meledak marah. Namun, yang ia temukan di depan pintunya pagi ini bukanlah surat cerai, melainkan sebuah buket bunga
Jalanan Jakarta siang itu cukup bersahabat bagi Arischa yang sedang menikmati kemudi mobil sport putihnya. Ia tidak pergi ke mal mewah atau tempat kumpul sosialita yang biasanya menjadi habitat aslinya. Tujuannya adalah sebuah kawasan ruko tua yang sedang direvitalisasi di pinggiran Jakarta Selata
Sinar matahari masuk menembus celah gorden sutra yang sengaja tidak ditutup rapat oleh Arischa semalam. Ia terbangun tanpa alarm, tanpa teriakan pelayan yang panik, dan tanpa rasa pening yang biasanya menghantui hidupnya yang dulu penuh tekanan. Arischa merentangkan tangannya, menikmati keheninga


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.