Tubuh Salsa membeku di tepi jalan raya depan restoran. Di tengah kepanikan melihat mobil Nathan yang melesat ugal-ugalan, David mendekat tanpa raut bersalah sedikit pun."Udah, nggak usah dipikirin. Nanti juga dia baik sendiri," ujar David santai, seolah baru saja melihat drama kecil yang tak berarti.Salsa berbalik, menatap David dengan tatapan penuh amarah dan kekecewaan yang tak bisa ia sembunyikan lagi. "Kenapa kamu nggak bilang kalau Nathan mau datang?" cecarnya, suaranya bergetar. "Kamu sengaja, kan? Kamu sengaja bikin kami salah paham? Puas kamu lihat kami begini?!"Tanpa menunggu jawaban David, Salsa berderap masuk kembali ke dalam restoran. Ia melangkah cepat menuju ruang kerja David, menyambar tasnya yang tertinggal di atas meja, lalu buru-buru berbalik keluar. Namun, David sudah berdiri di ambang pintu, menghalangi jalannya."Apa sih yang kamu harapkan dari laki-laki seperti itu, Sa? Uangnya?" tegur David tanpa perasaan, berusaha memancing emosi Salsa. "Kapan kamu sadar kal
Ler mais