Di dalam taksi online, air matanya menetes membasahi layar ponselnya yang menunjukkan jam digital. Sepuluh menit perjalanan rasanya seperti berabad-abad. Begitu mobil berhenti di depan sebuah gerbang rumah mewah di pusat kota, Salsa langsung turun.Rumah mewah itu berdiri megah, seolah tak tersentuh oleh penderitaan manusia di luar sana. Petugas keamanan yang berjaga di pos depan langsung mengenali wajahnya. Salsa memang sering berkunjung ke sini, tetapi tidak pernah dalam kondisi sehancur ini. Rambut acak-acakkan, mata sembab, dan napasnya tersengal.Dengan suara serak menahan tangis, Salsa mengutarakan maksud kedatangannya. Ia ingin bertemu dengan pemilik rumah, Papa dari Alea, sahabatnya sendiri. Pria itu adalah harapan terakhir yang tersisa di benaknya. Petugas keamanan yang iba melihat kondisi Salsa segera mengangkat gagang telepon, menghubungi sang majikan di dalam."Suruh dia menemuiku di ruang kerja," ucap suara bariton dari seberang telepon.Mendengar perintah itu, kaki Salsa
Terakhir Diperbarui : 2026-05-26 Baca selengkapnya