"Ehem...!" Tante Amelia berdeham sengaja meledek.Suara itu seketika membuat Lintang tersipu malu. Ia tertangkap basah karena pandangan matanya sedari tadi tertuju lekat pada bagian dada montok and gede sang direktur utama yang jelitaaaah itu."Hayo... matanya sedang piknik ke mana, atuuuuuh?" goda Amelia menatap Lintang dengan senyuman penuh ledekan, tapi matanya sengaja menari-nari menatap kelakuan anak bosnya ini.Amelia yang 'blasteran' Banjar - Sunda emank makin cuaaaantik full...di mata Lintang pastinya. Hihihi...!"Maaf, Tante. Habisnya... mulus banget, kencang banget lagi. Eh, maksud saya bagus! Waduh, maaf, Tante!" Lintang mendadak gagap dan salah tingkah. Wajahnya makin memerah karena tertangkap basah.Melihat kepanikan pemuda di hadapannya, Amelia justru tertawa lepas. Sesaat, memorinya berputar ke masa lalu.Jika dulu bersama Bhaskoro hubungannya selalu kaku dan terlalu serius, kini bersama Lintang segalanya berubah seratus delapan puluh derajat.Bhaskoro biasanya langsung
Read more