"Ke Semarang? Hari ini juga?" Mata indah Hana melebar, menatap Lintang dengan binar cemas yang tak bisa disembunyikan. Di samping Lintang, Boma dan Iful sudah tampak siap sedia.Lintang melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka. Ia menangkup wajah Hana dengan lembut, menatapnya dalam-dalam."Iya, Sayang. Aku harus berangkat sekarang. Ini perintah langsung dari Kakek. Sangat mendesak."Sebelum Hana sempat menjawab, Om Zomi dan Tante Surti ikut bergabung di ruang tamu vila ini."Nggak apa-apa, Lintang. Berangkat saja, urusan penting jangan ditunda," sela Tante Surti dengan senyum keibuan. "Tapi... nggak apa-apa, kan, kalau kami menumpang di sini dulu sampai perbaikan rumah kami selesai?"Boma langsung menyenggol lengan Iful sambil terkekeh genit. "Duh, Tante... buat calon mertua Bos Lintang sih, mau tinggal selamanya juga boleh banget! Ya nggak, Bos? Kamar kosong masih banyak, siap dihangatkan!""Hush! Mulutmu, Bom!" bisik Iful sambil menyikut perut buncit Boma, membuat Hana te
Leer más